Tiga Bocah Bonceng Tiga Bermotor, Lakalantas, Satu Tewas

Lokasi lakalantas yang menewaskan korban di Jalan Yusuf Singadekane Kayuagung, OKI, Senin (25/11). foto : jangem/palpos.id

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Orang tua sudah sepantasnya untuk terus waspada dan memperhatikan anak-anaknya terutama yang masih di bawah umur agar tidak mengendarai sepeda motor. Sebab  rentan menjadi korban kecelakaan lalulintas.

Seperti yang menimpa tiga  bocah asal Desa Talang Pangeran Kecamatan Teluk Gelam Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Ketiganya mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas) tunggal, dan salah satunya meninggal dunia di lokasi kejadian dengan mengenaskan yakni kepala pecah.

Peristiwa terjadi di Jalan Singadekane (Pahlawan) Kecamatan Kayuagung Kabupaten OKI, Minggu (24/11) sore, sekira pukul 16.01 WIB.

Bermula sepeda motor Yamaha Mio Soul nopol BG 4990 TH yang dikemudikan MR (15), pelajar asal Kampung 3 Desa Talang Pangeran ini, tergelincir diduga akibat kecepatan tinggi dan licinnya ruas jalan karena sedang turun hujan.

Tak ayal, akibat kendaraannya terjatuh di jalan. MR mengalami luka robek di bagian dagu dan patah tulang kaki sebelah kanan. Sementara rekan yang diboncengnya, MI (9) menderita luka robek di bagian kepala dan Wp (9),  tewas  di TKP, dengan kondisi kepala pecah.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kasat Lantas AKP Amalia Kartika melalui Kanitlaka Polres OKI IPTU M. Tamba menjelaskan, sepeda motor Mio Soul nopol BG 4990 TH yang dikemudikan MR membonceng MI dan Wp melaju dari arah simpang Pedamaran mengarah ke simpang Tanjung Rancing Kecamatan Kayuagung.

“Setiba di TKP, yaitu Jalan Singadekane atau biasa disebut Jalan Pahlawan karena jalan licin akibat cuaca sedang hujan, kendaraan mereka tak terkendali sehingga terjatuh. Lalu terjadilah lakalantas tunggal mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP,” ungkapnya, Senin (25/11).

Korban Wp meninggal dunia, lanjut dia, diduga akibat benturan keras dengan trotoar jalan. Rekannya, MI juga mengalami luka robek di bagian kepala. Sementara  pengemudi motor, MR mengalami luka robek di bagian dagu dan patah tulang kaki sebelah kanan.

“Ketiganya lalu dibawa ke RSUD Kayuagung,” tukasnya.

Pihaknya mengimbau agar para orang tua agar dapat selalu mengawasi anak-anaknya terlebih anak dibawah umur yang mengendarai kendaraan sepeda motor, sebab anak-anak di bawah umur tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan. (NUR)