Terdakwa Robi Ngaku Diperas Kroni Bupati Muara Enim

Saksi-saksi yang dihadirkan JPU dalam persidangan untuk terdakwa Robi Okta Fahlevi di PN Klas IA Khusus Tipikor Palembang, Selasa (26/11/2019). Foto: mizon/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Sidang kasus dugaan suap proyek Kabupaten Muara Enim dengan terdakwa Robi Okta Fahlevi, yang menyeret Bupati Muara Enim (ME) nonaktif Ahmad Yani, kembali digelar di PN Klas IA Khusus Tipikor Palembang, Selasa (26/11/2019).

Dalam persidangan kedua ini, tim JPU KPK RI menghadirkan sembilan saksi, yakni Edi Harmadi, Jenever Sapriati, Santi Inarma, Uda Supriadi, Ahmad Dani, kelimanya merupakan pegawai di perusahaan terdakwa Robi.

Kemudian saksi Edi Yansah selaku PNS di Dinas PUPR Muara Enim, Budiman Hambali sebagai wiraswasta, Budi Wahyudi selaku karyawan BUMN dan Devi Kristia. Pada persidangan itu terungkap selain fee 15 persen yang diberikan karena telah memenangkan lelang 16 paket proyek, terdakwa Robi menyebut dirinya diperas beberapa orang selain Bupati Muara Enim non aktif Ahmad Yani, yang kini juga menjadi tersangka dalam perkara tersebut.

Beberapa oknum di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tersebut diantaranya yakni Ketua Pokja IV Dinas PUPR Muara Enim Ilham Sudiono, serta Ajudan Bupati Muara Enim Muhammad Riza Umari.

Robi menyebut, sejak Januari 2019 dirinya beberapa kali diminta uang oleh Riza dengan total Rp283.258.500. Uang tersebut merupakan utang yang diminta Riza untuk kepentingan pribadinya.

“Dia (Riza,red) bilang mau pinjam uang, ada yang buat beli mobil Mitsubishi Expander, sepatu dan biaya lahiran (bersalin). Itu kejadiannya saya lupa tanggal tapi tahun 2019 ini, beberapa kali minjam,” ujar Robi.

Selain itu, Ilham Sudiono pun sempat meminta pinjaman sebesar Rp250 juta kepada Robi, dengan dalih untuk pengadaan sepeda motor Harley Davidson yang akan digunakan sebagai kendaraan Voorijder Bupati Muara Enim Ahmad Yani. “Tapi uang itu belum sempat diberikan,” ujar Robi.

Sementara itu saksi Edy Rahmadi yang merupakan Manajer PT Indo Paser Beton atau perusahaan milik Robi yang digunakan untuk memenangkan 16 proyek jalan atas usulan DPRD Kabupaten Muara Enim mengaku, bahwa perusahaan tersebut sudah memegang proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim sejak 2015. (zon)