QRIS Wujudkan Ekonomi Syariah di Era Revolusi 4.0

Sosialisasi QRIS di Pondok Pesantren Muqimus Sunnah Palembang, Rabu (27/11/2019). Foto Ist/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Meskipun transaksi non tunai di Sumsel semakin tumbuh pesat, namun Bank Indonesia Provinsi Sumsel terus mensosialisasikan program QRIS ke sekolah. Hal ini sejalan dengan terwujudnya era revolusi industry 4.0 yang menuntut dunia pendidikan untuk berinovasi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Yunita Sari Resmi, kalangan pelajar dan mahasiswa/I adalah target sesuai dengan ekonomi digital termasuk uang digital yang diharapkan dapat menjadi pelopor ekonomi modern.

“Memahami gejolak dengan trend terbaru maka kita adakan sosialisasi QRIS untuk mendorong ekonomi moderen dan syariah yang seimbang dengan era revolusi 4.0,” paparnya Rabu (27/11/2019) usai sosialisasi QRIS di Ponpes Muqimus Sunnah Palembang.

Dia menilai QRIS dapat digunakan oleh semua system dan kebutuhan pengguna seperti pembayaran non tunai, tarik tunai, fasilitator registrasi pemegang, transfer person to person (transfer dari orang ke orang) dan lainnya.

“Jadi tidak ada lagi dikotomi, OVO, Gopay, LinkAjaya dan sebagainya semua sekarang bisa pakai dengan adanya QRIS dan itu lebih efisien, tidak perlu banyak-banyak mesin ataupun stikernya,” ujarnya.

Yunita mengungkapkan, berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, pada triwulan I 2019 nilai transaksi non tunai yang paling tinggi yakni pengisian ulang (top up) yang nilainya mencapai Rp103 miliar dengan 97.686 kali transaksi.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Muqimus Sunnah Palembang, Izzah Zen Syukri menilai, dengan adanya alat transaksi digital QRIS akan dapat meminimalisir untuk melakukan tindakan korupsi.

“Inikan lebih simpel dan bisa dimonitor. Jadi lebih meminimalkan complain,” ujar Izzah. Tambah dia, dengan QRIS membuat orang dapat menjalani hidup lebih simpel karena tidak perlu lagi membawa dompet dan uang tunai, termasuk juga memberi uang belanja untuk anaknya tidak harus tunai.

Terpisah, Pengamat Ekonomi Sumsel, Yan Sulistyo menilai, pesatnya perkembangan teknologi semakin mempermudah hidup manusia. Dengan pergerakan Bank Indonesia menyasar kalangan pelajar atau milenial memang sangatlah tepat. (har)