Sopir Angkot Perkosa Siswi SMP Keponakan Sendiri

Pelaku yang pemerkosaan diamankan di Mapolsek Mariana, Rabu (27/11). foto : mizon bule/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Alasan tergiur melihat keponakan  memakai celana pendek dan baju singlet, Asep Sunandar (19), warga Jalan Sabar Jaya, Desa Perajin, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, nekat memperkosa siswi SMP berinisial ST (14).

Penjahat kelamin ini melakukan perbuatan persetubuhan anak di bawah umur sebanyak tiga kali. Pertama Jumat (11/10/2019), sekitar pukul 11.15 WIB.

Pemerkosaan pertama itu di pinggir Jalan Pematang Palas tepatnya di belakang PT Nutrindo Kecamatan Banyuasin I.

Berawal ketika korban pulang dari sekolah, lalu datang pelaku yang merupakan sopir angkot. Tanpa curiga, korban langsung naik untuk ikut pulang.

Setibanya di TKP, pelaku langsung memaksa korban bersetubuh.

“Dia masih keponakan istri saya, waktu di rumah saya pernah lihat korban memakai celana pendek dan baju singlet. Jadi saya terangsang, sehingga timbul niat untuk menyetubuhinya. Begitu ada kesempatan, dia saya paksa melayani nafsu saya,” kata Asep kepada awak media di Polsek Mariana, Rabu (27/11).

Setelah melakukan perbuatan bejatnya, pelaku ketagihan dan kembali mengulanginya pada Kamis (17/10/2019), sekitar pukul 16.30 WIB, di Jalan Perajen tepatnya di perkebunan sawit belakang PT Aspalindo.

Saat itu, korban kembali ikut angkot pelaku. Namun dalam perjalanan secara tiba-tiba pelaku membelokkan angkotnya ke TKP, dan di dalam angkot pelaku kembali melampiaskan nafsu berahinya kepada korban.

“Yang kedua, saya cuma memasukan tangan saya ke dalam kemaluannya karena dia nangis dan tidak mau begituan,” kilah bapak satu anak ini.

Aksi yang terakhir, Senin (21/10/2019), sekitar pukul 13.30 WIB, di Jalan Ladang Baru. Seperti biasa korban naik angkot pelaku, dan tiba-tiba angkot diarahkan pelaku ke TKP. Di dalam angkot pelaku memeluk, mencium dan menjamah tubuh korban hingga menyetubuhi gadis bertubuh gempal tersebut.

“Dia nangis karena saya paksa. Saya tidak menyangka kalau dia bakal cerita dengan keluarga, sampai akhirnya saya ditangkap polisi saat sedang membawa angkot di Pasar Pagi, Rabu (21/11/2019),” ungkapnya.

Kapolsek Mariana, AKP Agus Irwantoro mengatakan, tersangka ditangkap lantaran melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

“Pelaku merupakan sopir angkot, dan korban masih ada hubungam saudara dengam istri pelaku. Dari pengakuan korban, dia sudah tiga kali di cabuli pelaku di dalam angkot,” kata Kapolsek.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 jo pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2006 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU.

“Berdasarkan UU tersebut, pelaku terancam 15 tahun penjara,” pungkasnya. (zon)