Tamasya Berakhir Duka, Santri Tewas di Danau Ranau

Jenazah Alex, santri yang tewas saat berenang di Pantai Pelangi Danau Ranau, sebelum divisum di Puskesmas Banding Agung, Rabu (27/11/2019). Foto: kris/Palpos.ID

MUARADUA, PALPOS.ID – Perumpamaan tersebut disematkan kepada para santri Ponpes Miftahul Huda Way Kanan Lampung. Pasalnya saat tengah berekreasi ke Pantai Pelangi di Kecamatan Buay Pematang Ribu (BPR) Ranau Tengah, salah satu santri tewas tenggelam.

Santri yang tewas diketahui bernama Alex Isnaudin (14). Korban tenggelam saat berenang di Pantai Pelangi Danau Ranau, Rabu (27/11/2019), sekitar pukul 13.00 WIB. Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk membantu korban, mulai dari memanggil orang pintar (paranormal,red) hingga penyelam lokal. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.

Saat berupaya menyelami Danau Ranau untuk mencari korban yang tenggelam, Joni, salah satu penyelam lokal mengaku tak sanggup mencari korban tanpa dibantu orang pintar atau tokoh adat setempat yang dipercaya masyarakat mampu menerawang lokasi korban.

Permintaan para penyelam lokal ini akhirnya dikabulkan oleh warga dengan mengundang salah satu tokoh adat bernama Tamren, yang merupakan warga Desa Suka Negeri Kecamatan Banding Agung. Setelah dilakukan ritual dan doa, barulah korban ditemukan di kedalaman sekitar 15 meter dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

Dalam upaya evakuasi, kaki korban diikat dengan tambang dan ditarik ke pinggir pantai. Dan selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Banding Agung. Setelah sesuatu halnya selesai, korban langsung diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kabupaten Way Kanan Lampung. (tian)