Disdik Palembang Kewalahan Kepsek Banyak Pensiun

Ahmad Zulinto Spd MM, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang. Foto : Novry/Palpos.ID/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Dinas Pendidik (Disdik) Kota Palembang merasa kewalahan hingga harus konsultasi dengan Dirjend Guru dan Tenaga Kependidikan (GKT) Kemendikbud. Pasalnya tak lain, karena banyaknya Kepala Sekolah (Kepsek), khususnya Kepsek SD yang memasuki masa pensiun.

Hal itu dikatakan Kepala Disdik Kota Palembang Ahmad Zulinto Spd MM. Zulinto mengaku, pengangkatan Kepsek terdahulu banyak digolongan dua dan terputus, hingga hal ini menjadi permasalahan bagi pihaknya.

“Kita sudah berkonsultasi dengan Dirjend Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud agar guru-guru yang sudah mengikuti pelatihan calon kepala (Cakep) sekolah untuk SMP bisa menjadi kepsek di SD,” terangnya, Kamis (28/11/2019).

Zulinto mengungkapkan, pihak Disdik sudah mendapat jawaban dari GTK mengenai masalah tersebut. “Alhamdulillah sudah mendapatkan balasan Dirjend GTK Pusat bahwa cakep SMP boleh menjadi kepsek SD. Ini sudah ada dasar atau payung hukum bagi Disdik Kota Palembang,” ungkapnya.

Lanjut Zulinto, cakep SMP bisa ditugaskan menjadi Kepsek SD atau Pelaksanaan Tugas (Plt). ”Hal yang terpenting dengan catatan mereka harus mempunyai Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS). Kalau tidak ada, maka mereka tidak bisa menjadi kepsek SD,” jelasnya.

Alasannya, Kepsek yang tidak memiliki sertifikat NUKS bisa mengganggu jalannya pendidikan di suatu sekolah yang dipimpinnya. “Untuk tahun 2020 tidak boleh ada kepala sekolah yang tidak memiliki NUKS. Kalau dia tidak memiliki sertifikat NUKS kepala sekolah, imbasnya besar sekali,” tambah Zulinto.

Adapun dampak bagi kepsek yang tidak memiliki NUKS tunjangan sertifikasinya tidak bisa dibayarkan. “Selain dari sertifikasi yang tidak bisa dibayarkan, Kepsek yang tidak punya NUKS juga tidak bisa melakukan penginputan dapodik untuk melakukan pembayaran dana bantuan operasional sekolah (BOS). Bahkan guru-guru di sekolah tersebut juga tidak bisa dibayar sertifikasinya,” terangnya.

Sejauh ini sudah terdata 36 Kepsek SD yang Plt, belum lagi ditambah kepsek SD yang mau pensiun ditahun 2019 dan untuk hitungan kasarnya mencapai 50 lebih Kepsek. Yang kemudian akan digunakan untuk mengurangi kekosongan Kepsek Plt atau yang mau pensiun. (nov)