Bapak ‘’Garap’’ Anak Kandung Selama Tiga Tahun

Tersangka Sufian yang diamankan anggota Polsek Rupit, Kamis (28/11/2019). Foto: alam/Palpos.ID

MURATARA, PALPOS.ID – Iblis. kata tepat menyebut Sufian (33), warga Talang Unggar Kelurahan Muara Rupit Kabupaten Muratara ini. Pasalnya, Sufian tega merenggut kesucian anak kandungnya sebut saja namanya Bunga (13), pelajar kelas VI SD.

Mirisnya, Sufian mencabuli anak kandungnya yang pertama itu secara berulang-ulang. Bahkan, setelah mencabuli Bunga, Sufian juga menggauli istrinya atau ibu kandung Bunga. Aksi bejatnya itu telah dilakukannya selama tiga tahun, yakni dari tahun 2017 hingga tahun 2019.

Akhirnya istri Sufian berinisial San (33), dan Bunga, mendatangi Mapolsek Rupit, pada Kamis (28/11/2019), sekitar pukul 13.00 WIB, untuk melapor karena tak tahan selalu diancam akan dibunuh oleh suaminya tersebut.

“Saya sudah tidak tahan atas ulah suami saya yang selalu mengancam akan membunuh apabila tidak memenuhi nafsu bejatnya. Terpaksa kami melayani keinginan suami saya itu dua lawan satu. Setelah menyetuhi anaknya, dan saya pun harus melayaninya,” ungkap San.

Ia menceritakan kejadian tersebut sudah lama sejak  tahun 2017 hingga sekarang. Sebenarnya San merasa kasihan dengan anaknya. Namun apabila tidak memenuhi keinginan dari suaminya, dirinya dan Bunga diancam akan dibunuh. “Sempat aku titipkan anak aku ke rumah keluarga, namun suami saya memaksa agar korban dibawa pulang ke rumahnya,” urainya.

Terpisah Bunga mengungkapkan awal kejadiannya pada tahun 2017 dimana rumah dalam keadaan kosong, karena ibunya pergi ke kebun. Di rumah sang bapak mengancam dirinya menggunakan sajam jenis pisau agar menuruti kehendaknya. “Karena takut, saya terpaksa melayani perlakuan bejat bapak,” akunya.

Sedangkan tersangka Sufian mengaku, awal kejadian ketika istrinya tidak ada di rumah, dan anak kandungnya Bunga diancam menggunakan pisau apabila tak ingin melayaninya. ‘’Aku merasa bangga bae kak, karena biso berhubungan badan dengan dua cewek sekaligus, dan bahkan hampir setiap hari,” katanya tanpa raut penyesalan. (rat)