Gubernur HD Inginkan Pilkada di Sumsel Sukses

Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menerima audensi Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana bersama KPU OKU Timur dan KPU Ogan Ilir, Jumat (29/11/2019). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gubernur Sumsel H Herman Deru menerima audensi Ketua KPU Sumsel bersama Komisioner KPU OKU Timur serta  Ogan Ilir, di ruang tamu gubernur, Jumat (29/11/2019).

Dalam kesempatan itu, Gubernur HD menegaskan, dirinya tidak ingin jalannya demokrasi di kedua daerah itu terganggu. Untuk itu dia meminta laporan secara rinci terkait anggaran Pilkada 2020. Karena lanjut dia  yang paling penting dari anggaran merupakan data dan angka yang harus sinkron.

“Yang paling penting argumen angka data bukan psikologi karena kunci anggaran merupakan keduanya. Jika data dan angka tidak sinkron, maka bagaimana pemilu bisa berjalan,” tegasnya.

Sementara Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana, Ketua KPU OKU Timur Herman Jaya, dan Ketua KPU OI Massuryati, beserta anggota melaporkan sejumlah persiapan dan tahapan Pilkada serentak tahun 2020 di kedua kabupaten tersebut, yakni OKU Timur dan Ogan Ilir.

Menurut Kelly Mariana, kendala yang ada terkait anggaran telah disahkan di masing-masing DPRD setempat. Dimana untuk OKU Timur telah menyusun rincian kebutuhan anggaran untuk Pilkada serentak Rp 67 Miliar.

Kemudian turun jadi Rp 47 miliar. Namun yang disahkan turun lagi menjadi Rp 37 miliar. “Kondisi pendanaan yang telah ketuk palu di DPRD OKU Timur tersebut jelas saja  kurang dan menghambat suksesnya Pilkada 2020 di OKU Timur.

‘’Hal yang sama juga terjadi di lingkungan KPU Ogan Ilir, dimana sebelumnya diusulkan sebesar Rp 50 Miliar hanya disetujui Rp 40 Miliar,” papar Kelly Mariana. Untuk itu Kelly berharap pada Gubernur untuk dapat mencarikan jalan keluar agar tahapan Pilkada di kedua daerah tersebut  tidak terganggu. (nov/bar)