Tersangka Pembunuhan Ditembak Tiga Lubang

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem saat menggelar konferensi pers kasus pembunuhan, Jumat (29/11/2019). Foto: romi/Palpos.ID

SEKAYU, PALPOS.ID – Sempat buron selama enam tahun, Effendi alias Epen (49), warga Desa Sinar Tungkal Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Muba, diringkus anggota Polsek Bayung Lencir. Epen merupakan satu dari lima pelaku pembunuhan terhadap korban Amir (50).

Tersangka ditangkap saat berada di Desa Pandan Sari Kecamatan Tungkal Jaya, Kamis (28/11/2019), sekitar pukul 06.00 WIB. Polisi mengaku menembak kedua kaki tersangka dengan tiga butir peluru, karena tersangka melakukan perlawanan. Dua peluru bersarang di kaki kiri, dan satu peluru di kaki kanannya.

“Kasus pembunuhan itu terjadi Jumat (15/02/2013) yang lalu, sekitar pukul 19.30 WIB, di Desa Simpang Bayat Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba,” kata Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk, kemarin.

Dijelaskan Pinem, pembunuhan itu berawal dari persoalan lahan antara korban dan para tersangka, hingga berujung pada pencegatan korban yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor bersama anaknya Alan Rahman (28).

“Korban saat itu ditabrak menggunakan mobil truk. Selanjutnya datang mobil lagi dan langsung keluar beberapa orang melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal. Sedangkan anaknya Alan mengalami luka ringan,” paparnya.

Selain tersangka Effendi, satu tersangka lagi yakni Pajarudin alis Nangdin (44), telah terlebih dahulu tertangkap, Kamis (02/08/2018) yang lalu. Namun, Nangdin dibekuk dalam kasus yang berbeda yakni kasus sabu.

“Ada tersangka lain yaitu Pajarudin, sekarang dia di Lapas Sekayu dalam perkara narkotika. Nanti dia (Pajarudin) juga akan menjalani perkara pembunuhan ini juga. Tiga tersangka lagi berinisial AA, BA dan AN, saat ini masih buron,” terang Pinem.

Sementara tersangka Effendi mengatakan, dirinya tidak pernah menyesal telah membunuh korban. Hal itu disebabkan korban yang terlebih dahulu hendak membunuh Suhaimi yang merupakan ayah tersangka Effendi.

“Saya tidak ada penyesalan sama sekali karena membunuh korban. Sebab dia (korban) hendak membunuh orang tua saya, saya puas. Selama pelarian memang saya ada niatan untuk menyerahkan diri, tapi tidak pernah saya lakukan,” akunya. (rom)