Warga Sumsel Apresiasi Program Rumah Tahfidz

Gubernur Sumsel H Herman Deru menyerahkan secara simbolis mobil operasional kepada pengurus Lembaga Pembinaan Rumah Tahfidz Sumsel, Kamis (28/11/2019). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pemprov Sumsel terus berupaya membangun. Bukan saja sarana fisik, melainkan juga pembangunan mental spiritual melalui bidang keagamaan. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat yang religius, beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia. Salah satunya melalui program Rumah Tahfidz dipenjuru Bumi Sriwijaya.

Guna mempercepat terealisasinya program tersebut, Gubernur H Herman Deru mengkukuhkan Pengurus Lembaga Pembinaan Rumah Tahfidz se-Sumsel, sekaligus membuka Rapat Koordinasi Pendataan Rumah Tahfidz Kabupaten/Kota periode 2019-2023, di Ballroom Hotel Alts, Rabu (27/11/2019) malam.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, ketika Program Rumah Tahfidz didengungkan, antusias masyarakat umat muslim di Sumsel sungguh luar biasa dalam menyambut program tersebut.

“Ketika Rumah Tahfidz ini saya dengungkan setiap penjuru Sumatera Selatan, masyarakat, umat muslim menyambutnya sungguh luar biasa. Harapan saya setalah ini resmi dikukuhkan, semuanya dapat berjalan untuk menumbuh kembangkan rumah tahfidz di penjuru Sumsel. Dimana selaras dengan program HDMY untuk mendirikan satu desa satu rumah tahfidz,” tegasnya.

Sebagai Bapak Rumah Tahfidz, Herman Deru mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus Lembaga Pembinaan Rumah Tahfidz baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Dimana Sumsel adalah Provinsi pertama di Indonesia yang punya lembaga pengurus Rumah Tahfidz yang dikoordinir secara terstruktur dengan baik.

Sementara  Plt Kepala Biro (Karo) Kesra Setda Provinsi Sumsel M Iqbal Alisyabhana dalam laporannya mengatakan, rapat Koordinasi dalam Rangka Pendataan Registrasi Rumah Tahfidz Kabupaten/Kota se-Sumsel merupakan ide murni dari Gubernur yang dituangkan dalam arah kebijakan RPJMD Mewujudkan Satu Desa Satu Rumah Tahfizd di seluruh pelosok Sumsel.

Rakor ini, lanjut dia, akan dimulai dari tanggal 27-29 November 2019, bertempat di hotel Altz. Rakor ini imbuh Iqbal, dimaksudkan sebagai wahana konsolidasi dan pendataan ulang penyelenggaraan kegiatan Tahfiz Alquran yang ada di Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan, baik yang sudah teregistrasi maupun yang belum teregistrasi.

“Data ini nantinya akan menjadi bahan kajian Kebijakan Pemerintah Pemprov Sumsel dalam menentukan langkah-langkah Strategis Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz kedepannya,” pungkasnya. (nov/bar)