Empat Terdakwa Korupsi Tapal Batas Divonis 16 Bulan Penjara

Keempat terdakwa ketika mengikuti sidang vonis di PN Klas IA Khusus Tipikor Palembang, Senin (2/12). Foto: Mizon bulek/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Empat terdakwa kasus korupsi proyek pembangunan gerbang batas Kota Palembang-Kabupaten Banyuasin yakni Khairul Rizal, Ichsan Pahlevi, Ahmad Toha dan Asmol Hakim, kompak divonis 1,4 tahun atau 16 bulan penjara oleh majelis hakim dalam persidangan di PN Klas IA Khusus Tipikor Palembang, Senin (2/12).

Selain itu, majelis hakim yang diketuai Kamaludin juga menghukum keempat terdakwa masing-masing dengan pidana denda Rp 50 juta, jika tidak dibayar diganti dengan kurungan penjara dua bulan.

Sementara, terkait uang kerugian negara Rp 505 juta yang telah dititpkan ke Jaksa, menurut hakim dirampas untuk negera. Hal ini sesuai dengan Pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 (Ke-1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan kedua.

“Bila tidak sependapat dengan putusan ini, para terdakwa maupun jaksa dapat mengajukan upaya hukum banding atau pikir-pikir selama satu pekan ke depan,” ucap Kamaludin saat menutup persidangan.

Menanggapi putusan hakim, para terdakwa terlihat tersenyum dan berkoordinasi dengan penasihat hukumnya masing-masing dan langsung menyatakan pikir-pikir.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Palembang, Dede M Yasin didampingi JPU Hendy Tanjung mengatakan, putusan hakim menjurus pada pembuktian Pasal 3 sesuai dengan tuntutan.

“Atas putusan ini tim jaksa penuntut umum juga masih pikir-pikir dan akan kita laporkan dulu kepada atasan,” kata Dede diwawancarai awak media usai persidangan.

Mengenai sejumlah nama selain para terdakwa yang diduga terlibat dan disebut dalam persidangan, Hendy menambahkan, pihaknya terlebih dahulu menunggu amar putusan lengkap dari pengadilan.

“Kita tunggu dulu amar putusan lengkapnya, karena yang dibacakan di persidangan belum semua yang termasuk dalam amar putusan, itu kita pelajari dulu,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para terdakwa dituntut pidana penjara selama1,6 tahun dan denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan. (zon)