Evaluasi Porprov, Sejumlah Pejabat Prabumulih Bakal Digeser

Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya bakal melakukan perombakan terhadap pejabat esselon di lingkungan Pemkot Prabumulih, Senin (02/12/2019). Foto: prabu/Palpos.ID

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Pascaberakhirnya Porprov Sumsel XII Kota Prabumulih, beredar isu Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya bakal melakukan perombakan terhadap pejabat esselon di lingkungan Pemkot Prabumulih.

Isu yang beredar menyebutkan sejumlah pejabat esselon II, dikabarkan akan tergeser dari jabatannya saat ini lantaran dinilai gagal dalam melaksanakan tugasnya dan tanggungjawabnya.

Menanggapi isu tersebut, Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM membenarkan hal itu. Menurut orang nomor satu di Kota Prabumulih ini, mutasi dilakukan untuk mengisi jabatan yang kosong sesuai hasil assesment yang diikuti sejumlah pejabat belum lama ini.

“Bukan mutasi, tapi pelantikan hasil ujian kemarin, Kepala Dinas yang ikut assesment kemaren dan sekarang sudah ada keputusan dari Jakarta. Jabatan Kepala Dinas yang masih diisi Plt bakal didefinitipkan dan jabatan kosong juga akan segera diisi,” ujar Ridho kepada wartawan, Senin (02/12/2019).

Dikatakannya, pelantikan pejabat itu kemungkinan dilakukan dua minggu kedepan. “Mungkin dalam dua minggu inilah (pelantikan, Red),” ucapnya seraya memastikan pelantikan dilakukan sebelum pergantian tahun 2020 dan pejabat yang dilantik mulai dari esselon II, III dan IV.

Ditanya apakah pelantikan ada kaitannya dengan tanggungjawab yang diberikan kepada pejabat pada saat Porprov yang lalu, suami Ir Hj Suryanti Ngesti Ridho membenarkan hal itu. “Itu juga salah satu kriteria penilaian, pasti ada yang dievaluasi,” tuturnya.

Namun kata pria yang gemar olahraga bulu tangkis ini, yang lebih menentukan dalam penilaian yaitu keberhasilan pejabat dalam mendapatkan dana dari pemerintah pusat. “Perjuangan mereka (pejabat,Red) memperjuangkan anggaran dipusat (kementerian, Red) itu yang kita nilai,” tegasnya seraya mengatakan selama ini dirinya selaku walikota selalu mendukung OPD untuk mendapatkan dana pusat.

Dengan adanya dana pusat kata Ridho, pihaknya dapat membangun daerah meskipun anggaran daerah sedikit. “Bagaimana caranya dengan kondisi tidak punya uang tapi terus membangun Prabumulih,” pungkasnya sembari menuturkan tahun depan PDAM Tirta Prabujaya mendapatkan dana hibah  ratusan miliar selama 5 tahun dan itu patut dicontoh. (wan)