Gagal Memperkosa Mantan Pacar, Aziz Diamankan Warga

Korban didampingi orang tuanya ketika membuat laporan ke SPKT Polresta Palembang, Senin (2/12). Foto: Mizon bulek/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gadis remaja bernisial FI (17), nyaris jadi korban pemerkosaan oleh mantan pacarnya, Muhammad Aziz (18). Beruntung perbuatan bejat tersebut diketahui teman-teman FI dan warga, sehingga Aziz diamankan.

Kemudian FI didampngi orang tuanya, Noven Pitriansyah (43), warga Jalan Srinanti, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, melaporkan kejadiannya ke SPKT Polresta Palembang, Senin (2/12).

Kepada petugas piket SPKT, FI bercerita, kejadiannya bermula ketika mantan pacarnya Aziz menelpn dan meminta dirinya mengembalikan barang yang pernah diberikan sewaktu pacaran seperti mukenah dan jilbab.

“Dia minta barang-barang itu diantar ke rumah neneknya di Jalan Banten II, Kelurahan Silaberanti, Minggu (1/12), sekitar pukul 16/15 WIB,” katanya.

Lantaran ingin menyelesaikan permasalahan, karena terlapor selalu meneror dan melarangnya berpacaran dengan lelaki lain. Lantas FI pergi mengantarkan langsung barang pemberian tersebut ke rumah nenek terlapor.

“Tapi waktu saya sampai di rumah neneknya, dia memaksa saya untuk berhubungan badan dengan menarik baju saya hingga robek. Saya hampir diperkosa oleh dia, tapi untung diketahui teman-teman saya dan warga sekitar, jadi dia diamankan dan saya langsung pulang. Kami sudah dua bulan putus, dan selama sekitar setahun pacaran dia pernah main tangan,” jelasnya.

Sementara itu, orang tua korban, Noven mengaku kaget dengan kejadian yang dialami putrinya tersebut. “Saya kaget dan bercampur emosi, karena saya diceritakan anak saya mengenai kejadian yang dialaminya tersebut. Makanya kami sepakat membawa kasusnya ke jalur hukum,” ungkapnya.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT, AKP Heri, membenarkan adanya laporan tentang percobaan pemerkosaan tersebut.

“Laporannya sudah kita terima dan korban juga sudah berkonsultasi dengan anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Selanjutnya berkas laporan polisi ini akan diteruskan Satreskrim untuk ditindaklanjuti,” ujar Heri. (zon)