Harga Kelapa Sawit Naik, Produksi Malah Turun

Petani di Muara Enim tengah memuat kelapa sawit ke dalam mobil, Senin (02/12/2019). Foto lukman/Palpos.ID

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Para petani kelapa sawit di Kabupaten Muara Enim dihadapkan pada posisi dilematis. Soalnya sejak dua pekan belakangan harga Tandan Buah Segar (TBS) merangkak naik, namun produksi turun.

Harga kelapa sawit ditingkat petani naik menjadi Rp 1.100/kg yang sebelumnya Rp 850-900/kg. Sedangkan ditingkat agen pengumpul atau ram berkisar Rp 1.300-Rp 1.350/kg dari sebelumnya Rp 1.080/kg.

Meski harga mengalami kenaikan, namun petani tetap dirundung malang. Karena produksi kelapa sawit mereka turun cukup drastis alias trek. “Waktu harga belum naik, produksi kelapa sawitku bisa mencapai 6-7 ton per sekali manen dalam dua minggu. Pada saat  harga naik, produksinya justru turun tinggal 3-4 ton per sekali panen,” jelas Lai Karo, salah seorang petani, Senin (02/12/2019).

Menurutnya, jika melihat siklus harga kelapa sawit saat ini, petani tetap berada di posisi terjepit. Karena pada saat produksi meningkat, harga kelapa sawit turun. Begitu juga sebaliknya, pada saat produksi turun, harga mengalami kenaikan.

Sehingga penghasilan yang diterima petani pada saat harga naik maupun harga turun menjadi sama saja. “Kita berharap pemerintah benar benar serius menyikapi masalah harga kelapa sawit agar bisa normal, sehingga petani tidak pada posisi yang sulit,” jelasnya.

Senada juga diutarakan, Wak Toh, agar pemerintah bisa memperhatikan harga kelapa sawit bisa stabil. Artinya pada saat produksi kelapa sawit meningkat maupun produksi turun harganya tetap stabil. Dengan harga stabil, maka petani kelapa sawit bisa sejahtera. (man)