Korban Diberi Racun Lalu Dibunuh Dalam Mobil

Adegan reka ulang dimana tersangka membunuh korban dengan cara menjerat tali ke leher korban saat berada di mobil, Senin (02/12/2019). Foto: denni/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Penculikan berujung maut dialami seorang PNS Balai Besar Jalan dan Perumahan, Aprianita (51), dilakukan tersangka Yudi juga honorer di Dinas Balai Besar, bersama tersangka Ilyas, pelaku  Novi (DPO) dan Amir (DPO), akhirnya Senin (02/12/2019), sekitar pukul 09.00 WIB, direka ulang.

Aksi kejahatan terjadi 09 Oktober 2019, direka ulang di lokasi yang sebenarnya terjadi. Pertama dari kediaman Apriyanti di Jalan Dwikora II, depan PS Mal Palembang. Lalu ke Bank Mandiri di Jalan Rivai, saat transaksi uang.

Kemudian berpindah ke kantor Balai Besar Jalan dan Perumahaan di Taman Kenten, Kecamatan IT II. Berpindah ke rumah Ilyas, di Jalan Rama Kasih III, Kecamatan IT II, saat pelaku Novi (DPO) menjemput Ilyas untuk membantu penguburan korban. Serta rumah pelaku Novi (DPO) di dekat kuburan Kandang Kawat. Hingga terakhir pemakaman korban Aprianti di TPU Kandang Kawat.

Adegan dimulai tersangka Yudi menjemput korban Aprianti di rumahnya. Berlanjut Yudi mengantar korban untuk mengambil uang di Bank Mandiri di Jalan Rivai, Palembang, setelah itu ke kantor Balai Besar Jalan dan Perumahan Rakyat di Taman Kenten. Di sana Yudi dan korban sempat ngobrol di kantin.

Setelah itu, tersangka Yudi bertemu saksi Hakim dan Tison di depan kantor Balai Besar Taman Kenten. Selanjutnya keduanya pergi, Yudi sempat memberikan minuman yang telah diberi racun tetes mata.

Sejumlah keluarga korban juga menyaksikan kejadian itu langsung. Bahkan salah satu sepupu korban bernama Yusuf, sempat tersulut emosinya menyaksikan pelaku yang tampak santai memperagakan kematian Apriyanti itu. Yusuf memukul wajah korban tetapi kemudian dilerai anggota Jatanras Polda Sumsel.

Selanjutnya, hanya berjarak sekitar 100 meter keluar dari kantor Balai Besar di Tamah Kenten, di sebuah jalan dekat sebuah rumah mewah warna putih, tetapi lokasi cukup sepi dan asri, di sanalah korban dieksekusi para pelaku.

Para pelaku mulai eksekusi korban di mobil Toyota Avanza Nopol B 1559 FIS warna hitam. Dengan posisi pelaku Ilyas duduk di belakang korban, lalu mencekik leher korban menggunakan tali nilon warna putih, dan pelaku Novi (DPO) juga duduk di belakang samping pelaku Ilyas. (den)