Perda OT di Kabupaten Lahat Terancam Lunak

Rapat dengar pendapat pengusaha OT dengan anggota DPRD Lahat, Senin (02/12/2019). Foto: arif/Palpos.ID

LAHAT, PALPOS.ID – Keinginan Bupati Lahat, Cik Ujang SH, agar hiburan Organ Tunggal alias OT, hanya beroperasi siang hari, sepertinya mengalami hambatan. Ini terjadi setelah pengusaha OT menggelar pertemuan dengan anggota DPRD Lahat, agar mempertimbangkan kembali, sebelum Raperda OT disahkan. Bila keinginan pengusaha OT tersebut dipenuhi, Perda OT nantinya terancam lunak.

Ketua Komunitas OT Lahat, Algun Asdianto mengaku, terdapat 127 pengusaha OT di Kabupaten Lahat. Bila dalam satu OT saja terdapat 10 orang, artinya ada 1.270 orang yang menggantungkan hidup dari OT. “Bupati sebelumnya (Saifudin Aswari) juga melarang (OT malam hari), setelah ada gejolak muncul surat edaran boleh hingga pukul 22.00 WIB,” katanya saat, dengar pendapat di DPRD Lahat, Senin (02/12/2019).

Pengusaha OT juga minta tidak dijadikan kambing hitam, atas peredaran narkoba, miras, dan biduan tempel di arena OT. Apalagi hingga ada insiden pengunjung OT meninggal dunia akibat perkelahian. Pengusaha OT merasa bukan sebagai penyebabnya.

Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Lahat, Chozali Hanan menyatakan, masukan yang diterima tersebut akan menjadi pertimbangan dan kajian untuk disampaikan ke unsur pimpinan DPRD Lahat dan Bupati Lahat. “Hasil rapat dengar pendapat ini akan disampikan ke fraksi. Sebelum 2020, harus sudah ada payung hukum OT,” tegas Chozali Hanan. (ari)