Ratusan Bilal se-Sumsel Dilatih Mengurus Jenazah

Asisten 1 Pemprov Sumsel H Akhmad Najib memberikan sambutan dalam pelatihan bilal mayat, Senin (02/12/2019). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kemampuan untuk mengurus jenazah merupakan salah satu kewajiban umat Islam. Namun, untuk melakukan kewajiban tersebut diperlukan pengetahuan dan pemahaman secarah utuh.

Oleh sebab itu, guna meningkatkan kemampuan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melakukan pembinaan dan pelatihan kepada bilal se kabupaten/kota yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel). Kegiatan ini digelar di Masjid Raya Takwa Kota Palembang, Senin (02/12/2019).

“Hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah. Artinya umat Islam diwajibkan memiliki pengetahuan dan keterampilan mengurus jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, mensalatkan dan menguburkan jenazah sesuai syariat islam,” ungkap Asisten I Pemerintah Provinsi Sumsel H Akhmad Najib dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, di era globalisasi sekarang ini, kegiatan pembinaan dan pelatihan terhadap bilal mayat ini penting dilakukan. Sebab, saat ini masih banyak masyarakat khususnya generasi muda yang belum sadar pentingnya keterampilan dalam mengurus jenazah.

“Kami berharap para peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan. Sehingga nantinya ilmu tersebut dapat diterapkan dalam pengurusan jenazah di masyarakat, terutama di lingkungan keluarga,” tuturnya.

Sedikitnya, ada 150 orang bilal mayat yang menjadi peserta pada kegiatan yang digagas Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru itu. 150 orang peserta tersebut diketahui merupakan utusan dari Bagian Kesra Kabupaten/Kota se Sumsel, Pengurus masjid, maupun perwakilan dari organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Selain memberikan pembekalan keterampilan kepada masyarakat, hal ini juga untuk mempererat tali silaturahmi sesama umat tanpa melihat latar belakang pemeluk agama tersebut,” tutur Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel, M Iqbal Alisyahbana SSTP.

Sedangkan Rahmat, salah seorang peserta mengapresiasi kegiatan pembinaan dan pelatihan mengurus jenazah yang digelar untuk bilal mayat tersebut. “Pelatihan ini sangat baik. Karena dengan pelatihan kami para bilal menjadi lebih mengerti tata cara mengurus mayat,” kata Rahmat.

Bahkan Rahmat berharap agar kegiatan semacam ini bisa dilakukan secara berkesinambungan. “Kabupaten dan kota di Sumsel harus rutin melakukan kegiatan ini. Sosialisasi juga tak kalah penting agar kegiatan ini bukan hanya diikuti orang tua tetapi juga anak muda,” pungkasnya. (bar)