Januari 2020, UMK Kota Palembang Rp3.165.519

Ilustrasi. Foto: istimewa/net/jpnn

PALEMBANG, PALPOS.ID – Upah Minimum Kota (UMK) Palembang mulai Januari 2020, ditetapkan   Rp3.165.519.

Jika dibandingkan tahun lalu, UMK Palembang mengalami kenaikan cukup signifikan yakni Rp2.917.260.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Palembang, Edison mengatakan, kebijakan ini mengacu pada Surat Keputusan (SK) Gubernur nomor 666/KPTS/Disnakertrans/2018. Menurutnya, kenaikan UMK ini sebagai upaya meningkatkan pendapatan,  kesejahteraan dan peningkatan kinerja.

“Pemberian upah sesuai UMK wajib dilakukan perusahaan untuk kesejahteraan karyawannya. UMK Kota Palembang ini akan diberlakukan 2020,  terhitung 1 Januari 2020 sebesar Rp 3.165.519.,” katanya.

Dalam penerapannya, perusahaan diberikan penangguhan selama tiga bulan setelah mengajukan penangguhan. “Tapi bukan berarti lepas tanggung jawab. Misalnya perusahaan itu alasannya pailit, penangguhan tiga bulan, setelah itu harus dibayar sesuai aturan,” jelasnya.

Edison menegaskan, berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003, bagi pemberi kerja yang tidak memberikan upah sesuai dengan UMK maka akan dikenakan sanksi. Sanksi kurungan 1 sampai 4 tahun dan denda Rp100 juta –  Rp400 juta.

Jika perusahaan tidak menerapkan UMK, karyawan dipersilakan untuk mengadukan ke Disnaker Kota Palembang, tapi pihaknya akan lihat dulu kondisi finansial perusahaan bersangkutan. “Mendapatkan kesejahteraan merupakan hak karyawan, maka jika perusahaannya mampu seharusnya memberikan upah sesuai UMK,” katanya.

Sementara Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, Disnaker Palembang diharapkan dapat melakukan monitoring perusahaan yang tidak memberikan upah layak kepada pegawainya. Sebab, kesejahteraan masyarakat Palembang mendorong pertumbuhan pembangunan di Palembang juga menurunkan angka kriminalitas.  “Dinas terkait dapat memonitor, memberi imbauan kepada pemberi kerja,” imbaunya. (sef)