Residivis Cabuli Pelajar dan Bawa Kabur Motor Serta Ponsel

Pelaku dan barang bukti diamankan di Polres PALI, Selasa (3/12). Foto: fri/Palpos.id

PALI, PALPOS.ID Sungguh bejad perbuatan Wanda Pratama (17), warga Jalan Pahlawan, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Duda yang juga residivis kasus pencurian dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini, mencabuli seorang pelajar kelas 2 SMA, sebut saja Melati (17).

Bukan cuma itu, Wanda juga membawa kabur sepeda motor dan ponselnya. Keluarga korban tak terima dengan perbuatan pelaku, melapor ke Polres PALI. Lalu ditindaklanjuti Unit Reskrim, hingga berhasil meringkus tersangka, Senin (2/12), sekitar pukul 16.15 WIB, di kawasan Talang Baru, Kecamatan Talang Ubi.

Kejadiannya berawal ketika korban dan pelaku berkenalan melalui facebook, hingga keduanya membuat janji untuk bertemu. Puncaknya, Minggu 3 November 2019, sekitar pukul 17.05 WIB, korban dan pelaku pergi ke rumah nenek nya di daerah Talang Subur. Namun nenek korban tidak ada di rumah, dan pelaku langsung mengajak korban masuk ke rumah. Saat berada di dalam rumah tersebut, pelaku mengancam korban dan memperkosanya sebanyak satu kali, lalu korban diantar pulang.

Kejadian bejat itu kembali diulangi oleh pelaku. Kali ini, pelaku melakukan perbuatan cabulnya di rumah korban, Selasa 5 November 2019, sekitar pukul 16.15 WIB. Tak hanya itu, pelaku juga mengambil ponsel dan sepeda motor milik korban.

“Iya, Pak. Dua kali saya mencabulinya, pertama dia saya paksa, dan yang kedua saya berjanji akan bertanggung jawab. Hp nya saya gadaikan untuk jalan-jalan ke Palembang memaki sepeda motornya, tapi kena razia di Palembang,” ujar pelaku Wanda, Selasa (3/12).

Kapolres PALI, AKBP Yudi Suharyadi melalui Kasatreskrim, Rahmad Kusnedy didampingi Kanitreskrim Polsek Talang Ubi, Bripda Roji mengatakan, pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari korban pada Jumat 8 November 2019 lalu.

“Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal berlapis, yakni pasal 378 KUHP dan pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelas Kasat Reskrim. (fri)