12 Reklame Dipasang Stiker Peringatan Pajak

Pemasangan Stiker pada salah satu reklame yang nunggak pajak, di Kota Lubuklinggau, Rabu (04/12/2019). Foto: maryati/Palpos.ID

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Nunggak pajak, sejumlah reklame produk dan badan usaha di pasang stiker yang bertuliskan ‘Reklame ini belum bayar pajak’ oleh Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Lubuklinggau.

Sejumlah reklame tersebut diantaranya milik Gudang Garam, Bank Mandiri, Departemen Store JM dan Sriwijaya Airlines. ‘’Kita sedang melakukan penertiban, reklame yang belum bayar pajak dipasang stiker,” demikian diungkapkan Kepala BPPRD Kota Lubuklinggau, Tegi Bayumi, melalui Kabid Peningkatan Pajak dan lainnya, Wawan, kepada Palpos.ID, Rabu (04/12/2019).

Menurut Wawan, dalam penertiban yang dilakukan Senin (02/12/2019), ada 12 titik reklame yang dipasang stiker. Sebagian diantaranya, sudah melakukan konfirmasi dan pembayaran, tetapi masih ada juga yang belum.

“Alhamdulillah, setelah kita pasang stiker di 12 titik reklame yang ada, besoknya mereka langsung melakukan konfirmasi dan pembayaran, bahkan ada juga reklame yang belum sempat dipasang stiker peringatan langsung membayar pajak,” ungkap Wawan.

Dikatakannya, pemasangan stiker tersebut merupakan bentuk peringatan yang diberikan kepada pelaku usaha/badan usaha yang belum membayar pajak minimal dua tahun. Semua itu dilakukan agar mereka (pelaku/badan usaha) ingat akan kewajibannya dalam membayar pajak. “Mungkin selama ini mereka lupa, makanya kita ingatkan,” ujar Wawan.

Selama ini lanjutnya, pihaknya telah memberi peringatan secara tertulis. Namun kendalanya, sebagian vendor badan usaha ini tidak berada di Lubuklinggau. Sehingga hal itu membuat pihaknya bingung harus menyampaikan surat peringatan kepada siapa. “Kita tanya justru dilempar kesana dilempar kesini,” kata Wawan.

Karena itu lanjutnya, peringatan keras yang dilakukan pihaknya dengan pemasangan stiker peringatan pajak tersebut. “Kalau kita sudah pasang stiker biarlah vendornya yang menghubungi sendiri pelaku/badan usaha pemilkik reklame tersebut,” jelasnya.

Pemasangan stiker tersebut lanjutnya merupakan peringatan. Bila stiker sudah terpasang tetapi masih juga belum membayar pajak, maka reklame tersebut akan dibongkar paksa. Jadi pilihannya hanya ada dua, bayar pajak atau reklamenya dibongkar.

Sedangkan Departemen Store JM Lubukkinggau, hingga Rabu (04/12/2019) belum bisa dikonfirmasi terkait penyelesaian pajak. Sementara itu, Manager Departemen Store JM Lubuklinggau, Yolan, dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menyampaikan persoalan pajak reklame tersebut kepada direksi yang ada di Palembang. (mar)