Firlana, Balita Derita Hydrocepalus Butuh Bantuan

Firlana berada di kursi roda sumbangan dari seorang dermawan. Foto: istimewa/net

BANYUASIN, PALPOS.ID – Tak ada satu orang tua pun yang menginginkan anaknya menderita sakit. Jika pun sakit, orang tua sering berdoa agar derita sang anaknya biarlah dirinya yang menggantikan untuk memikulnya.

Dan inilah yang dirasakan pasangan Prasetiyo (29), dan Lilis (25), yang harus ikhlas menjalani cobaan dari Allah SWT. Sang buah hati yang menderita hydrocepalus, tak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Adalah Muhammad Delta Firlana (4), sang balita yang menderita hydrocepalus tersebut. Kini, warga Dusun IV RT 4 Desa Talang Kemang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin ini terus berusaha untuk kesembuhan sang buah hati.

Hydrocepalus sendiri adalah penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan pada otak. Pada bayi dan anak-anak, hydrosepalus membuat ukuran kepala membesar. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi ini bisa menimbulkan sakit kepala hebat.

Cairan otak diproduksi oleh otak secara terus menerus, dan diserap oleh pembuluh darah. Fungsinya sangat penting, antara lain melindungi otak dari cedera, menjaga tekanan pada otak, dan membuang limbah sisa metabolisme dari otak. Hidrosefalus terjadi ketika produksi dan penyerapan cairan otak tidak seimbang.

Hydrocepalus pada bayi ditandai dengan lingkar kepala yang cepat membesar. Selain itu, akan muncul benjolan yang terasa lunak di ubun-ubun kepala. Selain perubahan ukuran kepala, gejala hydrocepalus yang dapat dialami bayi adalah rewel, mudah mengantuk, tidak mau menyusu, muntah, pertumbuhan terhambat dan kejang.

Kini, Firlana – sapaan akrabnya, tak mampu beraktivitas seperti balita seusianya. Dalam tiga tahun terakhir, Firlana hanya terbaring dan waktunya banyak dihabiskan di buaian sang ibunda tercinta.

Penderitaannya sedikit terobati, tatkala seorang dermawan memberikan kursi roda bagi Firlana. Raut kebahagiaan dan guratan senyum terlihat dari wajahnya. Bahkan Firlana gembira saat duduk di atas kursi roda tersebut.

“Ya alhamdulillah kemarin ada yang membantu kursi roda. Kami hanya mendoakan agar yang memberi disehatkan. Kami orang tua berharap anak kami ini bisa sembuh, dan bisa seperti anak-anak seusianya,” terang Prasetiyo, ayah Firlana, Rabu (04/12/2019).

Ditambahkan Prasetiyo, dirinya dan istri tentu merasa terpukul dengan kondisi sang buah hatinya tersebut. Namun, pasutri tersebut harus ikhlas dan berupaya memberikan pengobatan pada Firlana. ‘’Semoga saja ada dermawan lain yang mau membantu mengobati kesembuhan anak kami ini,” tambahnya. (ari/hb/fin)