Ketiga Terdakwa Sabu Dalam Anus Divonis 12 Tahun

Ketiga terdakwa menjalani sidang vonis di PN Klas 1-A Palembang, Rabu (04/12/2019). Foto: istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Andi Wibowo (34), warga Kota Batam, Provinsi Kepri, terdakwa kasus penyelundupan dua kapsul sabu seberat 92,92 gram disembunyikan dalam anus, yang diamankan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan di Bandara Internasional SMB II Palembang, pada Rabu 31 Juli 2019 yang lalu.

Dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider empat bulan kurungan oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1-A Palembang, Rabu (04/12/2019).

Tak hanya itu, dalam persidangan, majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah juga menghukum dua terdakwa lain, yakni Samsul (40) dan Dul Halim (59) dengan hukuman yang sama.

Menurut majelis hakim, perbuatan para terdakwa terbukti bersalah karena tanpa hak melakukan pemufakatan jahat menjadi perantara jual beli narkotika golongan satu bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram. Sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Menanggapi hukuman 2 tahun lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Purnama Sofyan tersebut, para terdakwa langsung menyatakan menerima, dan putusan ini dinyatakan memiliki kekuatan hukum tetap.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang warga Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Andi Wibowo (34) diamankan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan karena hendak menyelundupkan ratusan gram narkotika jenis sabu melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Rabu (31/07/2019).

Andi diamankan petugas Avsec Bandara SMB II Palembang, setelah turun dari pesawat Citilink yang ditumpanginya dari Bandara Hang Nadim, Batam. Setelah dilakukan rontgen di RS Siloam, ditemukan barang mencurigakan di rongga anus pelaku.

Usai buang air besar, ditemukan dua kapsul berisi sabu. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan menangkap Samsul yang telah menunggu di sekitar bandara untuk mengambil narkoba pesanan terdakwa Dul Halim. Atas keterangan Samsul, petugas kemudian mengamankan Dul Halim dikediamannya Desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin. (zon)