Varian Baru, Calok Tulung Selapan Siap Bersaing

Terasi asal Tulung Selapan yang memiliki potensi yang besar untuk dapat dikembangkan secara maksimal. Foto: Muin/Palpos.ID

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Kemasan yang lebih baik serta varian yang terus mengalami inovasi akan salah satu  menjadi hal yang penting agar sebuah produk akan tetap bertahan dan laku dipasarkan.

Seperti halnya terasi kering (calok) yang siap santap buatan Kelompok Usaha Desa Simpang Tiga Makmur Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI  siap bersaing dipasaran. Terasi (calok) Selapan yang selama ini sudah sangat dikenal karena kualitasnya.

Seiring perkembangan zaman, terasi yang dulu bentuknya seperti adonan atau pasta yang berwarna hitam atau cokelat kemerahan kini mulai banyak mengalami perubahan. Hal ini tentunya untuk lebih memudahkan bumbu khas Nusantara ini lebih mudah dalam digunakan.

“Saat ini terasi Selapan juga turut mengalami perubahan baik dalam pengolahan, bentuk, hingga kemasan,” jelas Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian OKI, Herliansyah Hilaluddin SSTP, kepada wartawan, Rabu (04/12/2019).

Terasi kering yang siap santap buatan Kelompok Usaha Desa Simpang Tiga Makmur, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI yang merupakan salah satu binaan dari Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Pemerintah setempat. Berharap calok dapat diterima pasaran dengan kualitas yang dipercaya. Selain itu, dengan kemasan yang cukup cantik ini diharapkan produk ini bisa masuk ke supermarket ataupun swalayan yang ada.

“Ini merupakan terobosan baru dan sepertinya ini dapat meningkatkan hasil pengrajin terasi rumahan, bahkan saat ini mereka sudah memproduksi 200 botol terasi kering,” katanya.

Terpisah, salah seorang ibu rumah tangga di Kayuagung, Limah mengungkapkan bahwa dirinya pernah mendapatkan terasi kering tersebut beberapa waktu lalu. Menurutnya, produk ini cukup praktis karena bisa langsung digunakan.

“Kalau tidak salah waktu ada bazar di HUT OKI, coba beli tapi lupa produknya dari mana. Tapi memang ini enak, praktis, hanya saja kalau untuk mendapatkannya agak sulit untuk itu diharapkan ini bisa diproduksi lebih besar lagi,” singkatnya. (nur)