Dua Pejabat Kabupaten Muba dan Pihak Ketiga Ditahan

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mutia Rahma saat akan dibawa ke Lapas Kelas IIB Sekayu, Kamis (05/12/2019). Foto: romi/Palpos.ID

SEKAYU, PALPOS.ID – Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan gudang beku di Dinas Perikanan Kabupaten Muba tahun anggaran 2016 dari APBN di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Muba memasuki babak baru.

Menyusul ditetapkan tersangka, Kamis (05/12/2019), dua pejabat Dinas Perikanan Kabupaten Muba dan satu pihak ketiga ditahan penyidik Kejari Muba. Penahanan dilakukan setelah dilakukan pelimpahan tahap dua (pelimpahan tersangka dan barang bukti).

“Ya, hari ini merupakan pelimpahan tahap II. Ketiga tersangka yang ditahan itu, Rudi Hartono, selaku pihak ketiga. Kemudian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mutia Rahma, dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Abdul Mukohir. Abdul Mukohir merupakan pejabat eselon II,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Muba, Ari Apriansyah SH, Kamis (05/12/2019).

Lanjutnya, pada pelimpahan tahap dua ini, tim penuntut umum berdasarkan petunjuk pimpinan melakukan penahanan selama 20 hari, yakni dari tanggal 5 Desember hingga 24 Desember mendatang di Lapas Klas IIB Sekayu.

“Mereka belum ada itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara dan efektifitas dalam persidangan di PN Kelas IA Khusus Tipikor Palembang nantinya,” terangnya kepada media.

Ditanya adanya kuasa hukum dari kedua tersangka yang mengajukan penangguhan? Ari mengungkapkan, pengajuan penangguhan penahanan tersebut tidak dikabulkan. ‘’Ya, kita tidak kabulkan. Tetap instruksi pimpinan untuk dilakukan penahanan,” ungkapnya.

Masih menurut Ari, adapun alat bukt yang dilimpahkan berupa dokumen-dokumen mulai dari perencanaan, lelang hingga surat pencairan atau SP2D.

‘’Tersangka akan dikenakan primer pasal 2 ayat 1 junto pasal 18, subsider pasal 3 junto pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, serta denda Rp 1 miliar,” pungkas Ari. (rom)