Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas, Eks Direktur PDAM Tirta Prabujaya Ditahan

Tersangka Iskandar digiring penyidik Kejari menuju Rutan Kelas 1 Pakjo Palembang, Kamis (05/12/2019). Foto: prabu/Palpos.ID

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Penyidik Kejari Prabumulih melakukan penahanan terhadap Iskandar SE, mantan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Prabujaya. Iskandar ditahan karena menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan uang perjalanan dinas PDAM.

Iskandar dijebloskan ke Rutan Kelas I Pakjo Palembang oleh penyidik Kejari Prabumulih, Kamis (05/12/2019), setelah dilakukan pemeriksaan selama 7 jam di ruang penyidik Pidana Khusus Kejari Prabumulih.

Mantan orang nomor satu di PDAM Tirta Prabujaya itu, dibawa ke Rutan Kelas IA Pakjo Palembang dengan mengenakan rompi tahanan kejaksaan, dengan menaiki mobil Toyota Kijang Inova Nopol BG 1003 CZ. Iskandar mendapat pengawalan ketat jaksa Kejari Prabumulih.

Kajari Prabumulih, Topik Gunawan SH MH mengatakan, penahanan terhadap mantan Direktur PDAM tersebut merupakan bagian dari proses hukum dalam hukum acara pidana, yaitu pelimpahan tahap 2 (Pelimpahan tersangka dan alat bukti,red) dari penyidik ke penuntut umum.

“Itu perkara tunggakan kita PDAM, dari awal sudah kita sampaikan bahwa kita komitmen untuk menyelesaikan perkara ini,” ujar Topik Gunawan ketika dibincangi wartawan, Kamis (05/12/2019).

Dikatakannya, berdasarkan hasil audit yang dilakukan BPKP ditemukan kerugian negara Rp266 juta. “Kalau dari berkas perkara satu tersangka yaitu Mantan Direktur PDAM,” ucapnya sembari menegaskan JPU perkara tersebut dipimpin langsung Kasi Pidsus.

Masih kata Kajari, sebelum menetapkan tersangka dan melakukan penahanan, pihaknya telah memeriksa puluhan saksi yang berasal dari PDAM Tirta Prabujaya termasuk pejabat di lingkungan Pemkot Prabumulih. “Saksinya sekitar 20 orang,” bebernya.

Sementara, Kasi Pidsus Wan Susilo Hadi SH menuturkan, penahanan terhadap mantan Direktur PDAM Tirta Prabujaya itu terkait dugaan penyalahgunaan biaya perjalanan dinas di PDAM Tirta Prabujaya tahun 2016-2018.

“Karena berkasnya sudah lengkap dan sudah diterbitkan P.21 (lengkap), jadi tahap selanjutnya adalah penyidik melimpahkan tersangka dan barang bukti. Artinya pada hari ini (kemarin) telah dilaksanakan pelimpahan tahap dua yakni pelimpahan tersangka dengan inisial I beserta barang buktinya,” kata Wan Susilo Hadi. (wan)