Ruselli dan Gregoria Lolos ke Perempat Final

Gregoria Mariska Tunjung. foto : badmintonindonesia.orga

MANILA, PALPOS.ID – Tunggal putri Indonesia mengirimkan wakil keduanya, Gregoria Mariska Tunjung ke babak perempat final SEA Games 2019. Sebelumnya, Ruselli Hartawan juga sudah mengamankan diri ke babak delapan besar setelah menang dari Yeo Jia Min (Singapura).

Gregoria mengalahkan Vu Thi Trang (Vietnam) melalui rubber game, 21-14, 10-21, 21-13. Ia sukses merebut game pertama, namun mengalami kendala di game berikutnya. Gregoria kemudian mencoba bangkit di game penentu, hingga akhirnya menang 21-13.

“Jujur dari persiapan tadi saya nggak memikirkan menang kalah, karena memang masih ada sedikit problem (di kaki). Jadi ya kuatkan hatinya saja buat mencoba terus di lapangan. Puji Tuhan tadi saya bisa melewatinya,” kata Gregoria, dikutip dari situs resmi PBSI.

“Di game kedua saya sempat hilang mainnya juga, bingung harus apa, karena dia menjauh-jauhkan bola. Tapi Puji Tuhan game ketiga saya bisa menjagain bola-bolanya dia,” ujarnya lagi.

Meski belum pernah berhadapan di lapangan, Gregoria mengaku sudah mempelajari permainan Vu. Ia juga telah bersiap jika harus melewati laga yang tak mudah di babak pertama ini.

“Saya sudah mempersiapkan diri akan main susah hari ini. Karena lawankan tipe pemain yang ulet dan susah juga buat dimatikan. Walaupun dia tidak memiliki pola banget, tapi dia susah dimatikan dan dia enak buat atur bola di lapangan. Mainnya tenang, langkahnya enak dan kuat,” ungkap Gregoria mengenai lawannya.

Berbicara mengenai target, Gregoria berharap bisa mendapat medali dari sektor tunggal putri ini. Sebab pada SEA Games 2017 di Malaysia lalu, Gregoria berhasil membawa pulang medali perunggu.

Namun melihat kondisinya kini yang tak fit seratus persen, Gregoria mengaku ingin fokus satu demi satu dulu. Berikutnya  di perempat final, Gregoria akan berhadapan dengan Selvaduray Kisona (Malaysia).

“Di sini target awalnya pengen dapat medali. Tapi step by step saja. Karena besok juga lawannya Malaysia. Yang kalau menang dari dia pun harus ramai dulu. Jadi mau mengeluarkan permainan terbaik dulu saja. Nggak mau memikirkan hasil dan nggak mau menjadi beban juga,” kata Gregoria lagi.

Di babak final beregu putri SEA Games 2019, Selasa (3/12) kemarin, Gregoria terjatuh di poin terakhir saat berhadapan denga Ratchanok Intanon (Thailand). Kondisi tersebut membuatnya tak leluasa untuk bergerak di lapangan.

“Kondisi kaki pastinya masih ada kerasa. Karena keplesetnya kan baru kemarin, jadi masih ada yang kaya kencang rasanya. Jadi memang harus pakai pengaman dulu sementara,” pungkas atlet jebolan PB Mutiara Cardinal Bandung tersebut.

Sementara itu, Ruselli Hartawan  menembus babak perempat final  seteah mengalahkan unggulan empat, Yeo Jia Min (Singapura) dengan skor 21-16, 22-24, 19-9. Yeo akhirnya mundur dari pertandingan karena mengalami sakit pada lutut di game ketiga.

“Game pertama sudah megang, karena di pertemuan terakhir saya juga menang dari dia. Di game kedua nggak tahu kenapa setelah unggul jadi pengen buru-buru matiin lawan. Berapa kali bola nanggung malah nyangkut, terus pengamatannya juga kurang akurat,” kata Ruselli.

“Di game ketiga dari awal dia kaya sudah nggak enak. Tapi saya nggak mau fokus ke dia, takutnya malah saya yang tertekan sama keadaan. Jadi saya konsentrasi sama permainan saya saja,” tambah Ruselli.

Melihat catatan pertemuan sebelumnya, Ruselli memang lebih diunggulkan menang dengan keunggulan 3-1 dari Yeo. Terakhir di Singapore Open 2019, Ruselli mengalahkan Yeo dengan skor 21-18, 17-21, 21-15.

Selanjutnya di perempat final, sudah ada Thet Htar Thuzar (Myanmar) yang menunggu Ruselli. Thet Htar sendiri menang dari Soniia Cheah dengan skor 18-21, 21-15, 12-5. Di pertengahan game ketiga, Cheah memutuskan mundur karena sakit di bagian belakang badannya.

Ruselli mengaku senang bisa lolos ke babak delapan besar. Ia tak menyangka akhirnya bisa turun di nomor perorangan. Ruselli awalnya hanya bermain di nomor beregu putri. Namun ia kemudian diturunkan untuk menggantikan Fitriani yang mengalami cedera engkel kiri. (zen)