Tiga Tahun Jadi Buronan, Tervonis Korupsi Diringkus

Deddy Zatta yang diamankan di Kejati Sumsel, Kamis (05/12/2019) malam. Foto: mizon/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Setelah tiga tahun jadi buronan, akhirnya Deddy Zatta (59), ditangkap Tim Intelijen Kejati Sumsel, di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara, Kamis (05/12/2019).

Deddy Zatta adalah Direktur CV Kuala Simpang, yang merupakan terpidana (tervonis) kasus korupsi proyek pengadaan barang (Solenoid Valve) di PT Pusri Tahun 2007-2008, yang menyebabkan kerugian negara Rp 218.525.675.

Dalam kasus tersebut, Deddy sebagai pelaksana proyek pengadaan barang di PT Pusri, dan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama Ir Faizal Muaz selaku Manager Pengadaan PT Pusri, dan Ir Hadianto Eko Putro selaku Asmen Pembelian. Keduanya diajukan dalam berkas berbeda.

Oleh majelis hakim PN Klas IA Khusus Tipikor Palembang, Deddy dinyatakan terbukti bersalah melanggar UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan divonis 1 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti kerugian negara Rp218.525.675 dikurangi Rp53.350.000 yang telah dikembalikan.

Namun, Deddy tak terima dengan putusan itu, dan melakukan upaya hukum banding. Akan tetapi hakim Pengadilan Tinggi Palembang justru menjatuhkan hukuman satu tahun lebih berat dari vonis pengadilan tingkat pertama. Dan begitu juga dengan putusan kasasi yang menguatkan vonis yang dijatuhkan pada tingkat banding.

“Penangkapan dilakukan sebagai tindak lanjut atas putusan Mahkamah Agung (MA) dan setelah dilakukan proses administrasi, terpidana langsung dieksekusi dan menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pakjo Palembang,” kata Asisten Intelijen Kejati Sumsel, Deddy Suwardy Surachman, Jumat (06/12/2019).

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Dede M Yasin menambahkan, dalam kasus ini Deddy Zatta sebagai Direktur CV Kuala Simpang sebagai pelaksana proyek pengadaan barang telah melakukan mark up pembelian dua sparepart  senilai Rp5 juta, namun menjadi Rp104 juta per unit.

“Terkait kasus ini ada tiga terpidana, namun hanya satu yang menjadi DPO, yaitu Deddy Zatta. Sedangkan dua lainnya sudah menjalani hukuman,” kata Dede. (zon)