Putra Wabup Banyuasin Ternyata Sudah tidak Ditahan. Melainkan…

Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar, saat gelar press coference penangkapan Sigit di Mapolres Banyuasin. foto : dokumen palpos.id

Liswan : Proses Hukum Tetap Lanjut

PANGKALAN BALAI, PALPOS.ID – Apa kabar putra Wakil Bupati Banyuasin  bernama Sigit Tri Atmoko yang digerebek diduga sedang pesta narkoba di Mes Pemkab Banyuasin pada Senin (15/11/19) yang lalu?

Ternyata Sigit direhab di Badan Narkotika Nasional (BNN) di Lido Bogor. Itu diungkapkan Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar Sik melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba AKP Liswan Nurhafis SH, kepada Harian Banyuasin (grup palpos.id), kemarin (6-7).

“Permintaan keluarga Sigit direhab di BNN Lido Bogor. Sigit dan rekannya Indra Yani diberangkatkan Minggu (1/12) lalu, setelah ada putusan asesment BNN Provinsi Sumsel,” ujar Liswan.

Namun demikian tegas Liswan proses hukumnya tetap berjalan. Pihaknya masih menunggu berkas selesai baru akan dikirim ke Kejaksaan.

“Tetap jalan, kita nunggu berkas selesai baru dikirim ke Kejaksaan,” tegas dia.

Dikatakan dia, untuk lamanya proses rehab bisa memakan waktu 3 sampai 6 bulan. “Rehab ini permintaan dari pihak keluarga. Tentunya rehab ini dari pemerintah, jika proses rehap selesai proses hukum tetap dilanjutkan,” ulas dia.

Diberitakan sebelumnya, Sigit Tri Atmoko digerebek jajaran Satnarkoba Polres Banyuasin bersama rekannya Indra yani di kamar nomor 27 mes Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Senin (25/11) yang lalu.

Dari penggerbekan polisi mengamankan pirek, kaca bening, dan lengkap dengan rangkaian alat isap, bong yang terbuat dari sebuah botol dan bipet air mineral. Ditemukan barang bukti inilah kuat dugaan bahwa, Sigit telah mengkonsumsi narkoba jenis sabu bersama rekannya Indra Yani (34) yang juga sebagai tenaga honorer di Pemkab Banyuasin.

Kapolres Banyuasin, AKBP Danny Ardiantara Sianipar didampingi Kasatnarkoba, AKP Liswan Nurhafis mengatakan, dari hasil pemeriksaan dari laboratorium menyatakan positif tersangka pengguna narkoba, begitu juga hasil tes darah.

“Memang tidak ditemukan barang bukti narkoba. Karena sabu-sabu sudah habis dipakai,” kata AKBP Danny.

Disebutkan Kapolres, setelah dilakukan pengembangan, selain tersangka Sigit dan Indra, polisi juga mengamankan pengedar narkoba bernama Erik Sandi alias Nice (34) warga Desa Galang Tinggi dan Aditya Darma Nugraha (27) warga Pangkalan Balai.

“Polisi berhasil mengamankan satu paket sabu seberat bruto 1,43 gram, timbangan digital, hp Samsung, bungkus plastik klip bening, skop plastik terbuat dari bipet,” ucap AKBP Danny.

Kepala Satuan Narkoba Polres Banyuasin, AKP Liswan Nurhafiz, menambah sejauh ini pihaknya telah mengamankan empat orang tersangka dari kasus tersebut. Para tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1, subsider Pasal 112 ayat 1, jo pasal 132 ayat 1, Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukuman pasal 114 ayat 1 pidana seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan maksimal 20 tahun dan Pasal 112 ayat 1 paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 Tahun. Kemudian pasal 132 ayat 1, Undang-undang RI Nomor 32 dengan ancaman hukuman ditambah 1/3.

“Untuk saat ini kita masih mengembangkan kasus tersebut. Sejauh ini kita berhasil mengamankan dua orang pemasok,” ucap dia.

Sementara, Sigit dihadapan wartawan mengaku menyesal atas perbuatannya. Dia mengakui mengkonsumsi barang haram tersebut sejak setahun silam semenjak ibunda meninggal Dunia.

“Saya minta maaf sama bapak ibu dan keluarga, saya tahu saya salah. Saya menyesal,” kata Sigit dihadapan wartawan.(ron/hb/fin)