Dua Wanita Aceh Bawa 1 Kilogram Sabu

Sairah dan Julita, dua wanita kurir sabu asal Aceh berhasil diringkus Satres Narkoba Polres OKU Timur, Senin (09/12/2019). Foto: ardi/Palpos.ID

MARTAPURA, PALPOS.ID – Satu kilogram sabu asal jaringan Aceh gagal beredar di Bumi Sebiduk Sehaluan. Ini setelah Satres Narkoba Polres OKU Timur pimpinan Iptu Dwi Rio. Polisi menggagalkan peredaran sabu, Senin (02/12/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

Dari pengungkapan tersebut, tiga tersangka berhasil ditangkap itu, Sairah (60), dan Julita (35), keduanya perempuan asli Desa Bireun Aceh Pidie Provinsi Aceh, serta Jumrowi (38), warga Desa Sukaraja Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur. Penangkapan ketiganya di Jalan Merdeka Cidawang Terukis Rahayu Kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur.

Informasi dari polisi, tersangka Sairah dan Julita ini disuruh oleh pria berinisial A (DPO), warga asal Desa Bireun Aceh Pidie Provinsi Aceh mengantarkan barang haram tersebut ke Bumi Sebiduk Sehaluan.

“Kedua tersangka ini baru kali pertama ke daerah OKU Timur,” tegas Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya SH SIk, didampingi Kasatres Narkoba Iptu Dwi Rio, saat melakukan press realese di Mapolres OKU Timur, Senin (09/12/2019).

”Sesampai di OKU, tersangka diantar menggunakan jasa ojek ke sebuah rumah makan terdekat, tepatnya di sekitar Hotel Indonesia, Pasar Martapura,” jelasnya.

Disitu lanjut Kasat, Tim Opsnal Satres Narkoba Polres OKU Timur lebih dulu membuntuti kedua tersangka. “Setelah sampai di rumah makan depan Hotel Indonesia, Pasar Martapura, kita langsung melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka, hingga ditemukan sabu dalam tas mereka,” katanya.

Dari hasil pengembangan, ternyata tersangka Jumrowi yang akan menerima sabu 1 kilogram tersebut menggunakan sepeda motor Honda Verza warna putih dari tangan kedua wanita asal Aceh tersebut di Jalan Merdeka Cidawang Terukis Rahayu Kecamatan Martapura. Dari pengakuan tersangka asal Aceh ini, kalau berhasil mengantarkan sabu ini ke OKU Timur, mereka mendapatkan upah Rp30 juta. (ard)