Ratusan Balita di Kabupaten Lahat Tumbuh Kerdil

Ketua TP PKK Lahat Lidyawati Cik Ujang, memberikan arahan kepada ibu-ibu di Lahat, Senin (09/12/2019). Foto arif/Palpos.ID

LAHAT, PALPOS.ID – Sebanyak 486 balita di Kabupaten Lahat menderita stunting atau suatu kondisi gagal tumbuh kembang balita, terganggunya perkembangan otak anak alias kerdil. Jumlah itu berpeluang bertambah, lantaran saat ini terdapat 5.466 ibu hamil, 319 diantaranya Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Kondisi tersebut dapat mempengaruhi bayi yang dilahirkan mengalami stunting.  Angka tersebut dibeberkan Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, Lidyawati SHut. Menurutnya, berbagai faktor bayi mengalami stunting, seperti sejak masih lajang si ibu menderita anemia, atau saat hamil mengalami KEK. “Kita masih diperingkat satu penderita stunting tertinggi di Sumsel,” kata Lidyawati, didampingi Ketua GOW Hj Sumiyati SPd, Senin (09/12/2019).

Faktor ekonomi, juga pola hidup masyarakat yang gemar makanan instan saat hamil, juga ikut mempengaruhi. Apalagi jika si ibu enggan makan karena merasa mual, padahal bayi didalam kandungan harus memiliki gizi yang cukup. “Mual saat hamil itu biasa, tapi harus tetap makan. Bapaknya juga harus mengalah, jangan mentang cari nafkah harus bapaknya dulu yang banyak makan,” kata Lidyawati.

Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Lahat, Taufik Maryansyam menjelaskan, kibat kekurangan gizi kronis pada 100 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Atau saat dua ratus tujuh puluh hari selama anak dalam kandungan, dan tujuh ratus tiga puluh hari anak lahir sampai usia dua tahun. “Kalau ada isteri, teman atau cucunya pada masa kehamilan janinnya seperti tidak berkembang, segera periksa. Jangan sampai nanti terlambat untuk ditangani,” imbaunya. (ari)