Rektorat Dukung Polisi Buru Pengeroyok Mahasiswa UMP

PALEMBANG, PALPOS.ID  – Pihak rektorat Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) mendukung penuh upaya aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Seberang Ulu (SU) II, Palembang, Sumatera Selatan memburu pelaku pengeroyokan terhadap salah seorang mahasiswa UMP bernama Beny Hasan (24).

Pihak rektorat juga mengajak mahasiswa yang menjadi korban pengeroyokan untuk tidak melakukan aksi balasan dan menenangkan kawan-kawannya di dalam kampus, agar kasus ini tidak melebar.

“Saya setuju kasus pidananya ke polisi. Terus masing-masing pihak dalam hal ini mahasiswa yang menjadi korban, untuk menahan diri dan waspada, menjaga serta melokalisir agar kasus ini tidak melebar,” kata Pembantu Rektor III UMP Muchtarudin Muchsiri, dikonfirmasi wartawan, Sem hari ini.

Karena korban pengeroyokan masih berstatus mahasiswa dan aktif di organisasi mahasiswa pencinta alam (Mapala) dalam kampus, Muchtarudin juga berpesan kepada rekan-rekan korban untuk mawas diri.

“Pengurus dan seniornya juga sama-sama mencegah jangan sampai terjadi benturan antar Mapala. Sementara pelakunya, saya dengar sudah alumni, jadi bukan mahasiswa lagi (orang luar kampus),” kata Muchtarudin.

Sebelumnya diberitakan, polisi saat ini tengah mendalami kasus dugaan pengeroyokan yang diduga dialami mahasiswa UMP bernama Beny Hasan (24). Langkah cepat dilakukan setelah polisi menerima laporan korban pengeroyokan, Minggu (8/12).

Dalam Surat Tanda Terima Laporan (STPL) bernomor: STPL/B-230/XII/2019/Sumsel/Resta/SU II, korban pengeroyokan yang beralamat di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan menyebutkan, kasus pengeroyokan itu terjadi pada Minggu (8/12), sekitar pukul 03.00 WIB. Adapun pelaku pengeroyokan salah satunya diketahui berinisial DV (34).

“Sementara masih dilakukan penyelidikan. Untuk korban sudah dilakukan visum, beberapa saksi sudah diperiksa. Besok (hari ini) saya akan ke Universitas Muhammadiyah untuk menindaklanjuti masalah ini, mengingat tadi hari libur,” kata Kepala Polsek SU II Palembang Komisaris Polisi Yenni Diarty, dikonfirmasi, Minggu (8/12).

Sementara kepada polisi yang menerima laporannya, korban pengeroyokan mengaku tak tahu persis apa penyebab hingga dirinya dikeroyok. Peristiwa itu sendiri berlangsung di dalam kampus UMP, Jalan Jenderal A Yani, persisnya di depan sekretariat Mapala Fakultas Ekonomi.

“Saya datang ke sana (TKP) mau manggil senior saya, untuk diajak makan. Tiba-tiba saya langsung dikeroyok. Digebuki. Orangnya banyak nian. Ado yang mukul badan saya dengan kursi kayu,” kata korban.

Akibat kejadian tersebut, korban menderita luka lebam di wajah, luka robek di kening dan kepala, serta luka lecet di tangan dan bahu. “Yang saya ingat, salah satu pelaku yang mengeroyok saya namanya DV. Kabarnya dia sudah alumni,” ujar korban yang setelah kejadian langsung berobat ke rumah sakit dan dilakukan visum. (zen)