Seminggu Dua Kali Korban Diteror Bom Molotov

Anggota Gegana Satbrimob Polda Sumsel dan polisi melakukan evakuasi dan penjinakan bom panci di Jalan Sersan Sani Kecamatan Kemuning, Senin (09/12/2019). Foto: denni/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Aksi teror bom terjadi Senin (09/12/2019), sekitar 09.00 WIB, di Jalan Sederhana I Kelurahan Talang Aman Kecamatan Kemuning.

Kejadian tersebut membuat warga sekitar ketakutan. Pasalnya kompleks yang selama ini aman, tiba-tiba menjadi tidak nyaman. Bahkan serangan bom sudah tiga kali itu sempat diledakkan oleh anggota Satbrimob Polda Sumsel.

Siang kejadian itu berawal dari Bayu (17) anak dari pelapor Andri Junaidi (47), curiga saat melihat tas hitam tergeletak di halaman rumahnya. Bayu pun memberitahu orang tuanya. Mengetahui tas ransel hitam mencurigakan, mereka memeriksanya.

Yakni dengan cara membuka tas menggunakan pipa panjang. Setelah dibuka, tampak kabel dengan bungkusan ditambah batre ABC ukuran besar. Tidak ingin terjadi hal diinginkan, mereka pun melaporkan kejadian itu ke polisi. Tidak lama berselang, anggota Gegana Satbrimob Polda Sumsel, melakukan pemeriksaan, penjinakan hingga peledakan diduga bom panci tersebut.

“Iya itu si Bayu yang pertama lihat ada bungkusan kertas ransel warna hitam di teras rumah, itu jam 09.00 WIB, setelah dibuka pakai pipa panjang isinya bom. Sekitar jam 10.00 WIB polisi datang. Dijinakan pakai bom, terus sama polisi warga disuruh keluar semua dari rumah, cuman saya yang terjebak di rumah,” ungkap tetangga korban tidak ingin disebut namanya, dan mengaku sangat ketakutan atas teror bom itu.

Diteruskannya kepada Palpos.ID, di Jalan Sederhana 1 khususnya kompleks hijau tempatnya tinggal memang sepi saat siang hari. “Jadi kalau orang yang bawa bom tidak ketahuan, itu bom jenis panci. Tapi itu saja sudah bahaya, saya dengar polisi pakai pengeras mengatakan bom diledakan,” ujarnya lagi.

“Siap siap ledakan pertama, siap siap ledakan kedua, siap siap ledakan ketiga. Nah waktu mau diledakan yang keempat tidak jadi karena hujan turun. Kami disini sudah sangat ketakutan, jelas resah dengan kejadian ini, apalagi ini kejadiannya didepan samping rumah aku,” timpalnya.

Sang tetangga juga membenarkan kejadian teror bom ini puncaknya, pasalnya rumah keluarga Andri dalam seminggu ini sudah 2 kali diteror dengan bom molotov. Masih satu kompleks hijau disana.

“Seminggu kemarin, hari Sabtu sore rumah mertuanya diserang pakai molotov, dengan kursi rotan di depan terbakar. Keduanya juga terror bom molotof lagi di rumah mertuanya. Diduga terror ini karena ketidak puasan (peneror, red) kepada Ayu dalam masalah travel umroh, sehingga pelaku menyerang rumah Ayu dan sebelumnya mertuanya,” timpalnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriyadi menegaskan terkait adanya penemuan ancaman bom dikawasn Jalan Sederhana 1, Kemuning kemarin siang. “Iya jadi anggota Brimobda sudah melakukan evakuasi dan penjinakan barang yang diduga bom tersebut. Saat ini perkaranya sedang ditindak lanjuti. Apakah serangan ini ada kaitannya dengan masalah lain. Saksi dan bukti-bukti sedang kita lengkapi,” tanggapnya. (den)