Pelaku Teror Bom di Palembang Ternyata Pelajar SMA

Pelaku teror bom digiring ke Mapolrestabes Palembang, Selasa (10/12). Foto: Mizon bulek/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Setelah sempat membuat heboh warga Kota Palembang, akhirnya pelaku teror bom di Kompleks TNI Jalan Sederhana, Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning, berhasil diamankan tim gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang dan Polsek Kemuning, Selasa (10/12).

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku teror bom yang terjadi, Senin (9/12).  “Iya, pelakunya sudah kita amankan bersama barang bukti. Saat ini masih dalam pemeriksaan terkait aksi nekat yang dilakukannya itu,” kata Didi.

Namun kata Kapolres, untuk sementara pihaknya belum bisa mengungkap identitas pelaku. Karena selain masih di bawah umur dan berstatus pelajar SMA di Palembang, rencananya ungkap kasus ini  akan dirilis langsung oleh dirinya pada Rabu (11/12), di Mapolrestabes Palembang.

“Pelaku berhasil ditangkap dan sedang dilakukan interogasi terkait aksi yang dilakukannya. Untuk diketahui pelakunya masih dibawah umur dan berstatus pelajar salah satu SMA di Palembang. Jadi identitasnya masih kita rahasiakan, nanti hari Rabu akan dirilis, agar data yang kita berikan tidak seadanya,” tegasnya.

Diberitakan sebebulumnya, warga Komplek TNI di Jalan Sederhana, Kelurahan Talangan Aman, Kecamatan Kemuning Palembang, dihebohkan dengan isu bom yang diletakkan orang tak dikenal. Kabar ini, membuat warga sekitar menjadi panik dan langsung melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

Polsek Kemuning yang mendapatkan laporan, langsung meminta bantuan dari tim Gegana Brimob Polda Sumsel. Saat datang, tim Gegana Brimob Polda Sumsel langsung melakukan penelusuran di sekitar lokasi.

Hingga akhirnya menemukan sebuah tas di dalam pekarangan rumah milik Sunariah (65), warga Kelurahan Talang Aman, Kecamatan Kemuning, dan langsung diamankan Tim Gegana Brimob Polda Sumsel. Lalu tas tersebut dibawa ke mobil Gegana dan dilakukan di krafter atau diledakkan.

Sedangkan pemilik rumah, Sunariah menuturkan, memang sebelumnya ada seseorang yang menelepon anaknya dan mengatakan akan meledakan bom di depan rumahnya. Karena penasaran, akhirnya ia mengecek di sekitar rumahnya.

“Saat dicek, ada tas ransel di depan rumah dekat sumur. Penasaran, saya sempat buka dan terlihat ada kabel dan pipa. Saya takut dan langsung melaporkan temuan tas ransel itu ke Pak RT. Lalu Pak RT melapor ke polisi, tidak lama kemudian tim geganan tiba dan mengamankan tas itu,” ungkapnya. (zon)