Gerebek Rumah Produksi Ciu, Pemilik Usaha Tidak Ditahan

Kapolres Prabumulih menggelar press rilis penggerebekan rumah produksi ciu, Rabu (11/12). Foto: Prabu/Palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Tim Gurita Satreskrim Polres Prabumulih menggerebek empat rumah warga di kawasan Jalan Semeru Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Kota Prabumulih, yang disinyalir dijadikan tempat produksi Ciu alias arak putih, Rabu (11/12).

Dalam penggerebekan itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 ember berisi ciu sebanyak 35 liter, 6 kantong plastik bening kapasitas 1 kg berisi ciu, 3 dirigen kapasitas 10 liter berisi minuman beralkohol ciu, 2 kuali besar, 1 dandang, 1 tabung LPG dan kompor gas yang digunakan untuk membuat ciu.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan empat orang pemilik rumah yaitu Megi Irawan (32) dan Junaidi alias Aseng (44), keduanya warga Jalan Semeru Kelurahan Tugu Kecil. Lalu Nurjayadi (38), warga Jalan Angkatan 45 Kelurahan Tugu Kecil dan Septo (40), warga Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur.

Penggerebekan rumah industri ciu bermula dari keresahan masyarakat terkait maraknya perdaran minuman beralkohol tersebut. Bahkan sempat viral di sosial media Facebook. Menindaklanjuti itu, Tim Gurita langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menggerebek empat rumah yang terindikasi memproduksi ciu.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SIK MH didampingi Kasatreskrim AKP Abdul Rahman MH mengatakan, dalam penggerebekan itu pihaknya berhasil menyita ratusan liter ciu yang siap diedarkan. “Tempatnya sudah kita gerebek dan kita tutup,” ujar I Wayan Sudarmaya, kemarin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sambung Wayan, pemilik usaha mengaku jika ciu yang mereka produksi untuk keperluan ibadah. “Pengakuannya untuk ibadah, tapi masih kita dalami lagi,” tuturnya.

Sementara, Kasatreskrim AKP Abdul Rahman menambahkan, empat pemilik usaha pembuatan ciu tersebut hanya diberikan peringatan serta dikenakan wajib lapor.

“Tapi apabila mereka masih mengulangi hal yang sama, maka kita akan kenakan pasal tindak pidana ringan Pasal 204 ayat 1 dan Pasal 135, Pasal 140 UU Nomor 18 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara atau denda Rp 4 miliar,” pungkasnya. (abu)