Pemakaian BBM Subsidi Over Kuota

Pemakaian BBM Subsidi baik premium dan solar di empat daerah sudah melebihi kuota, namun pasokan BBM dijamin tetap aman oleh Pertamina. Foto : koer/Palpos.ID/dok

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di empat kabupaten/kota di Sumsel, melebihi kuota yang sudah ditetapkan.

BPH Migas mencatat ada 4 kabupaten/kota yang realisasi serapan BBM bersubsidi baik solar yang disebut Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) maupun premium, yang disebut sebagai Jenis Bahan Bakar Penugasan Khusus (JBKP) sudah di atas 100 persen.

Untuk pemakaian solar meliputi Kabupaten Banyuasin, dari kuota 65.632 KL pemakaian sudah   70.468,6 KL (107.37%), Muara Enim kuota 47,036 KL pemakaian 56,800 KL (120,76%),  Lahat kuota     24.024 KL pemakaian  24.518 KL (102,06%) dan Kota Palembang kuota   157.626 KL pemakaian     163.402,65 KL (103.66%).

Sedangkan untuk pemakaian premium, Kota Palembang, kuota 64,829 KL pemakaian 70,508 KL (108,76%), Muara Enim kuota 12,587 KL pemakaian 17.112 KL (135,95%), Prabumulih kuota 13.954 KL, pemakaian 15,216 KL (109,04%) dan Muratara kuota 2.462 KL, pemakaian 2.792 KL (113,40%).

“Kami sudah melakukan pemantauan serapan kuota BBM jenis solar dan premium itu sejak Agustus 2019. Tahun ini kami prediksi akan melampaui kuota yang sudah ditetapkan di DPR RI, konsekuensinya pemerintah harus membayar subsidi lagi,” kata Komite BPH Migas, Ahmad Rizal, Rabu (11/12/2019).

Secara keseluruhan berdasarkan data BPH Migas, realisasi penyaluran solar mencapai 524.741,20 kilo liter (KL) atau 94,57 persen dari kuota sebanyak 554.892 KL. Angka realisasi itu terpantau hingga 26 November 2019. Sementara untuk premium mencapai 226.275 KL atau 88,24 persen dari kuota sebanyak 256.438 KL.

Sementara itu, Manager Retail Sales PT Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) 2 Sumatra Bagian Selatan, Aji Anom, mengatakan pihaknya tetap memasok suplai dan menyalurkan BBM bersubsidi kepada masyarakat meskipun melampaui kuota dari pemerintah.

Sementara untuk pengawasan konsumsi BBM di SPBU, kata Aji, Pertamina juga sudah mengambil langkah tegas jika ada SPBU yang melanggar ketentuan penyaluran. “Ada 25 SPBU di Sumbagsel yang sudah kami skorsing. Penyebabnya diantara lain, menjual BBM dalam bentuk jerigen,” pungkasnya. (sef)