Sensus Penduduk 2020 Pakai Data Registrasi

Gubernur Sumsel H Herman Deru foto bersama pada kegiatan BPS Sumsel, Rabu (11/12/2019). Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID– Tahun 2020 nanti, Badan Pusat Statistik (BPS) punya hajatan besar, dengan melaksanakan Sensus Penduduk (SP) 2020.

Hal ini sesuai amanat UU tahun 1997. SP2020 ini sangat istimewa karena dilakukan dengan menggunakan data registrasi sebagai dasar menuju penggunaan sensus penduduk online.

“Maka dari itu BPS kab/kota se Sumsel harus melaksanakan ini dengan penuh tanggung jawab sesuai SOP. Dimana tahapan penting dari proses ini adalah perlu konsolidasi, koordinasi dan publisitas pada tingkat daerah. Hal ini juga sangat membutuhkan dukungan Gubernur, Walikota dan Bupati serta seluruh lapisan masyarakat agar berpartisipasi aktif pada SP2020 ini,” terang Kepala BPS Provinsi Sumsel Endang Triwahyu Ningsih, pada acara Rapat Teknis Daerah dan Training Public Speaking dalam rangka persiapan SP2020 Provinsi Sumsel di Whyndam Hotel, Rabu (11/12/2019).

Lebih jauh dikatakannya, untuk mendukung pelaksanaan SP2020 ini BPS Sumsel telah melakukan sejumlah komitmen bersama baik itu dengan Forkompinda, OPD hingga paguyuban. Juga memantapkan konsolidasi, koordinasi dan publisitas agar Rapat Teknis Daerah (Ratekda) ini terlaksana.

“Ada 340 peserta Ratekda yang ikut ambil bagian, mereka ini terdiri dari pejabat struktural, hingga pejuang data di lapangan. Melalui acara ini kami mohon dukungan penuh Pak Gubernur serta arahan untuk mensukseskan SP2020,” jelasnya.

Ratekda kali ini mengambil tema Sensus Penduduk 2020 : Kolaborasi Menuju Satu Data Kependudukan. Diikuti sekitar 340 peserta yang diselenggarakan  mulai tanggal 8-14 Desember mendatang.

Sementara Gubernur Sumsel H Herman Deru memastikan, dirinya tak akan pernah bosan datang ke setiap acara yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel. Tak terkecuali.

Hal itu karena, HD meyakini data-data yang dikeluarkan BPS sangat penting baginya sebagai Kepala Daerah. “Tak perlu merayu saya ke BPS, saya pasti datang kalau ada acara. Karena ini penting bagi saya. Saya adalah salah satu kepala daerah yang sangat meyakini kalau data BPS itu akurat. Karena sekarang membangun itu tidak cukup dengan uang dan feeling saja,” tegas HD.

Saat ini lanjut HD semua pihak tidak bisa lagi bekerja secara parsial melainkan harus terintegrasi dan ini sangat membutuhkan ketegasan pemimpin. Dicontohkannya ,untuk membangun rumah saja data sangat diperlukan agar bangunan tidak miring. Apalagi jika ini menyangkut pembangunan nasional.

Untuk itulah HD juga menyarankan beberapa hal. Salah satunya memahami dulu karakteristik masyarakat setempat untuk memudahkan pendataan. Caranya dengan menempatkan petugas pendataan yang memang asli daerah tersebut. (bar)