Pemprov Sumsel Anggarkan Rp 145 M Cegah Stunting

Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat menghadiri sumpah profesi dan Pelatihan Kompetensi Ahli Gizi, Kamis (12/12/2019). Foto : humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gubernur Sumsel H Herman Deru memastikan dirinya serius menangani masalah stunting di Sumsel. Di sela acara Sumpah Profesi dan Pelatihan Kompetensi Ahli Gizi “Kredensial dan NCP Basic” 12-14 September di S-One Hotel Palembang, Kamis (12/22/2019).

Tak tanggung-tanggung, sebagai upaya menekan bahkan menghapus stunting di Sumsel, HD bahkan sudah menganggarkan dana hingga Rp145 miliar.

“Stunting ini bukan soal gizi saja tapi kesadaran mereka mengolah gizi karena banyak juga orang yang mampu dan mereka makan daging terus tiap hari kan tidak sehat juga. Artinya ini membutuhkan pengetahuan. Dan masalah stunting ini butuh peran semua pihak bukan hanya ahli gizi, Dinkes tapi PU juga karena memerangi stunting ini akan kita mulai dari penyediaan sanitasi yang baik,” ujarnya.

Menurut HD kasihan sekali jika generasi mendatang masih harus merasakan menderita stunting. Hal ini tentu bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinkes saja tapi juga Diskominfo, Dinas PU dan lainnya. Bagi HD tak perlu membangun sesuatu yang belum jelas manfaatnya bagi masyarakat jika pembangunan fisik masyarakat itu sendiri belum maksimal.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Dra Lesty Nurainy Apt MKes mengungkapkan, penyebab utama masalah stunting adalah status kesehatan ibu dan asupan gizi. Dimana status kesehatan ibu tersebut dipengaruhi beberapa hal berupa pelayanan kesehatan, asupan dan yang paling penting juga adalah masalah sanitasi.

Saat ini kata Lesty, angka stunting Sumsel masih di bawah angka nasional untuk bayi dua tahun sebesar 29,8% dan Balita 31,7%. Sebanyak 370 orang peserta hadir dalam kegiatan tersebut seperti utusan dari Jakarta, Yogyakarta, Merauke, Riau, Jambi dan 17 kab/kota se Sumsel. (bar)