Penyidik Limpahkan Perkara Penggelapan Dalam Jabatan

Pelimpahan berkas perkara dan tersangka Minda ke Kejati Sumsel, Kamis (12/12). Foto: deni/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID Penyidik Subdit II Harta dan Benda (Harda) Ditreskrimum Polda Sumsel melimpahkan perkara dugaan penggelapan dengan tersangka Minda Tri Marwan serta barang buktiya ke Kejati Sumsel, Kamis (12/12) Ini dilakukan, lantaran berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Minda adalah mantan bendahara PT Bandar Trisula, dilaporkan oleh Giyanto selaku perwakilan perusahaan perusahaan distributor cat. Tersangka dilaporkan atas perkara penggelapan dalam jabatan hingga perusahaan tempatnya bekerja dulu mengalami kerugian Rp 3,9 miliar.

“Iya, setelah berkas perkaranya lengkap, maka tersangka berikut barang bukti kita limpahkan dalam tahap atau P21 ke pihak Jaksa Kejati. Untuk selanjutnya menanti proses persidangan,” tanggapnya,” katanya.

Penggelapan dilakukan tersangka pada Maret 2018 sampai Juli 2019 dengan kerugian Rp 3,9 miliar lebih. Dimana barang bukti telah disita, yakni bukti setoran uang pendapatan perusahaan, dan cek bukti penarikan uang.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Sumsel, Kaidirman saat dikonfirmasi Palembang Pos mengatakan, biasanya untuk tahap dua, para tersangka akan dilakukan penahanan selama 20 hari.

“Tahap dua ini biasanya penyidik kepolisian melimpahkan tersangka dan berkas perkaranya ke jaksa. Kemudian dilakukan penahan selama 20 hari. Nah selama itu jaksa menyiapkan berkas dakwaannya, sampai batas waktu sebelum habis penahanannya,” tanggapnya.

Diteruskanya, untuk persidangan sendiri tidak ditentukan waktunya. “Nanti ada lagi pelimpahannya ke pihak pengadilan, itu dilakukan jaksa, baru dilakukan proses persidangan,” tukas Kaidirman. (den)