Warga Nekat Tunggu Gubernur Pulang Ngantor

Empat warga nekat menunggu Gubernur HD pulang kantor untuk meminta ongkos, Kamis (12/12/2019) sore. Foto: humas pemprov sumsel

PALEMBANG, PALPOS.ID – Setelah sebelumnya didatangi Quenza Vinef Supraja (5), bocah korban siraman minyak panas pagi-pagi di Griya Agung, Gubernur Sumsel H Herman Deru lagi-lagi didatangi warganya.

Bedanya kali ini, empat warga itu mendatanginya langsung ke kantor Gubernur, Kamis (12/12/2019) sore, sesaat sebelum Ia meninggalkan kantor. Mereka ini adalah empat orang tua pasien yang tengah menderita penyakit Talasemia (kelainan darah).

Mereka berasal dari empat kabupaten yang berbeda yakni asal Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) dan Kabupaten Lahat.

Keempatnya, Yeti, Sofia, Marhama, Mursini nekat datang menemui Gubernur karena kehabisan ongkos usai mengantar anak-anak mereka  berobat  rutin ke Palembang dua kali setiap bulannya.

Meski harus menunggu hingga satu jam lebih, empat warga Sumsel itu akhirnya bisa bertemu dan diterima oleh orang nomor satu di Sumsel untuk meminta pertolongan. Tak butuh waktu lama, usai mendengarkan sejumlah keluhan empat keluarga pasien itu, Herman Deru langsung merespon semua penanganan masalah tersebut pada Basnaz Sumsel.

“Ya sesuai arahan pak Gubernur, empat orang tua pasien tadi sudah kami antar ke penginapan. Mudah-mudahan atas bantuan Pak Gubernur mereka sudah bisa pulang ke kampung halamannya masing-masing,” jelas Ketua Baznas Sumsel, Drs Najib Haitami.

Baznas Sumsel sendiri tambah Najib memang memiliki Tim Layanan Aktif yang bertugas untuk melayani masyarakat dengan kasus-kasua seperti ini. Berbekal informasi yang didapat kata Najib biasanya tim akan langsung bergerak menangani kebutuhan mereka.

Najib memprediksi kedatangan empat warga ini lantaran sebelumnya mereka sudah mendengar cerita dari mulut ke mulut soal kebiasaan Gubernur HD yang selalu tak sungkan membantu warganya yang tengah kesusahan.

“Saya kira mungkin mereka ini saling kenal di rumah sakit yang sama saat berobat, kemudian cerita sana sini lalu nekat kesini meminta bantuan kepada Gubernur,” tambahnya. (bar)