Sempat Buron, Produsen Mie Basah Formalin Ditahan

Kepala BPOM Palembang Dra Hardaningsih menggelar pres rilis kasus mie basah berformalin milik tersangka Beno Gunawan, Rabu (18/12/2019). Foto: istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang, bersama tim dari Ditresnarkona Polda Sumsel serta Satpol PP Sumsel, melakukan penindakan terhadap usaha mie basah mengandung formalin di Jalan Putri Rambut Selako Palembang, Senin (16/12/2019).

Usaha mie basah ini diduga milik Beno Gunawan yang memang sudah masuk DPO (Buronan), karena tidak memenuhi panggilan penyerahan tahap II untuk berkas perkara memproduksi dan mengedarkan mie basah dan tahu mengandung formalin pada 2018 yang lalu.

“Dalam penindakan tersebut, terdapat beberapa barang bukti yang disita yakni mie basah sebanyak 2,44 ton, 10.500 tahu dan dua jeriken cairan formalin,” jelas Kepala BPOM Palembang, Dra Hardanigsih, dalam pres rilis penindakan usaha mie basah mengandung formalin milik tersangka Beno Gunawan, Rabu (18/12/2019).

Dikatakannya, tersangka Beno Gunawan ditetapkan sebagai DPO sejak Maret 2019 oleh Ditreskrimsus Polda Sumsel, dan terdeteksi keberadaannya karena kembali memproduksi mie basah mengandung formalin. Berkat informasi dari masyarakat serta investigasi dari PPNS BPOM Palembang.

“Kemudian pada Senin (16/12/2019), PPNS BPOM Palembang bersama tim dari Polda Sumsel serta Satpol PP Sumsel, melakukan penindakan terhadap usaha mie basah milik tersangka Beno Gunawan tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tersangka Beno Gunawan ditemukan tengah membawa mie basah menggunakan mie mobil pickup warna hitam Nopol BG 9691 LR. Kemudian tim melakukan pemeriksaan, penggeledahan dan penyitaaan di pabrik mie mie basah milik tersangka di Jalan Putri Rambut Selako Palembang.

“Selain itu, dilakukan juga penggeledahan dan penyitaan di gudang milik tersangka Beno Gunawan di Pasar Induk Jakabaring yang saat itu sedang ditunggu oleh istri tersangka Beno,” terangnya.

Dari penindakan ini, lanjut dia, telah dilakukan penyitaan barang bukti dengan nilai rupiah sekitar Rp 76 juta, yang terdiri dari mie basah mengandung formalin sebanyak 920 kg, satu unit mobil pickup warna hitam Nopol BG 9691 LR, dan satu gerobak kayu warna merah muda. (zon)