Sepanjang 2019, UIN Raden Fatah DO 300 Mahasiswa

Prof Drs H M Sirozi MA PhD, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (02/01/2020). Foto Istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Drs H M Sirozi MA PhD mengatakan, sepanjang tahun 2019, pihaknya terpaksa men-Drop Out (DO) sebanyak 300 mahasiswa yang tidak bisa merampungkan kuliahnya.

Hal ini dilakukan UIN Raden Fatah sejak dua tahun belakangan. Bagi mahasiswa yang tidak mampu menyelesaikan kuliah lebih dari 10 semester, maka pihak kampus akan dengan terpaksa mendrop out mahasiswa ini.

“Ya, sejak kita menerapkan sistem maksimal 10 semester dari sebelumnya 12 semester banyak mahasiswa yang di DO,” jelasnya.

Kata dia, ditahun 2018 bahkan sebanyak kurang lebih 600 mahasiswa di DO. “Ditahun ini menurun dan sebanyak 300 yang kita keluarkan karena mereka tak mampu menyelesaikan kuliahnya hingga lebih dari 10 semester,” beber dia.

Hal ini dilakukan karena UIN ingin mendorong mahasiswa untuk mempercepat proses studinya. Baginya, 10 semester ini sangat relevan dibandingkan kalau dulu sampai 12 semester. “Kalau menurut saya sampai 12 semester itu terlalu lama. Selain merugikan dirinya sendiri juga mempengaruhi kualitas kampus,” beber dia.

Tentunya, kasus banyaknya mahasiswa DO ini menjadi beban baru kampus islam ini. “Pertama ya tergangu masalah administrasi, lalu juga terjadi bottle neck artinya antara yang masuk dan lulus tidak seimbang sehingga terjadi penumpukan,” beber dia.

Sirozi mengatakan beragam alasan mahasiswa yang  tidak mampu merampung kuliahnya tepat waktu. Salah satu diantaranya karena sibuk berorganisasi. “Ini selalu menjadi alasan. Kita tak melarang untuk berorganisasi tapi tetap utamakan kuliah dan fokus mengejar cita-cita,” tegas Sirozi.

Selain kebablasan beroganisasi, kasus DO ini juga karena dipengaruhi karena tidak ada rasa bertanggung jawab dari mahasiswa tersebut untuk menyelesaikan studinya.

“Ada juga yang bermasalah keuangan sehingga tidak mampu membayar. Tapi kita dorong apapun alasannya agar angka DO setiap tahun ini dapat berkurang,” ungkap dia. (nov)