Aniaya Anggota TNI, Dihadiahi Empat Butir Peluru

Tersangka Heriyanto yang lemas di atas kursi roda usai dihadiahi empat butir peluru oleh tim gabungan, Rabu (08/01/2020). Foto: denni/Palpos.ID

PALEMBANG, PALPOS.ID – Heriyanto (35), warga Kampung 1 Desa Tanjung Kerang Kecamatan Babat Supat Kabupaten Muba, menerima balasan atas perbuatannya. Dia dihadiahi empat butir peluru di kedua kakinya, hingga harus menggunakan kursi roda.

Pemuda ini ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Muba, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, dan Resmob Polda Jambi, karena perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap Kopda Edi Wijayanto, anggota Arhanud Km 18 Kabupaten Banyuasin.

Anggota TNI ini dibacok tersangka Heriyanto alias Heri, saat berada di Kafe Ladies Desa Letang Kecamatan Babat Supat Kabupaten Muba, Sabtu (28/08/2019), sekitar pukul 22.00 WIB. Akibat kejadian itu, Kopda Edi mengalami luka bacok di leher kiri, dan lengan kiri, hingga terluka cukup parah dan sempat dirawat di RSUD Sungai Lilin Kabupaten Muba.

“Motifnya karena salah paham. Setelah ribut di sebuah kafe di Babat Supat, kemudian pelaku menganiaya korban menggunakan pedang. Dari situlah kita buru pelaku dapatlah di Muara Jambi, Senin (07/01/2020),” ungkap Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Suryadi SIk, didampingi Kasatreskrim Polres Muba AKP Deli Haris SH MH.

Atas tindakannya itu tersangka dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan dan penganiayaan berat, dengan pasal 338 KUHP dan 351 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman diatas 12 tahun penjara. Darinya polisi mengamankan barang bukti sebilah pedang jenis samurai.

Dikatakan Suryadi, kejadiannya bermula korban datang ke kafe mendadak marah-marah sembari mencari Sahril (pengunjung kafe lainnya,red). Informasinya, Sahril yang dalam keadaan mabuk, membuat ulah dengan masuk ke kamar cewek kafe, lalu berniaga harga tapi tidak jadi. Hal itu juga dibenarkan tersangka Heri yang siang kemarin dalam keadaan lemar duduk di kursi roda dengan kaki kanan diperban dan dipasang papan.

“Ini bukan masalah berebut perempuan, tetapi ribut masalah aku bantu Sahril nurunkan motor dia. Dia (korban, red) marah karena dapat kabar dari cewek disana, kalau si Sahril ini mabuk resek dan menganggu cewek disana,” ungkap Heri dengan berbelit-belit. (den)