Pengedar Ratusan Butir Ekstasi dan Sabu Diringkus

Kasat Narkoba, AKBP Siswandi beserta anggota memamerkan tiga pengedar beserta barang bukti narkoba dalam press rilis, Rabu (01/08/2020). Foto: Mizon bulek

PALEMBANG, PALPOS.ID – Dalam dua hari, tiga tersangka pengecer narkoba jenis sabu dan ekstasi di Metropolis, diringkus anggota Satresnarkoba Polrestabes Palembang, di lokasi terpisah.

Pelakunya, Muhammad Dedeng (25), warga Jalan KH Balkhi Banten V, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, diamankan di dekat rumanya lantaran membawa dan memiliki 16 paket kecil sabu, Senin (01/06/2020), sekitar pukul 21.10 WIB.

Lalu pada Selasa (01/07/2020), sekitar pukul 09.15 WIB, anggota meringkus Ishaq alias Iin (38), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Syuhada Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan SU I Palembang. Dalam penggerebekan di rumah Iin, polisi juga mengamankan tersangka Syrifudin alias Wak (39), serta barang bukti 11 bungkusan plastik berisi 550 butir pil ekstasi warna hijau logo redbull.

“Barang bukti yang kita amankan dari ketiga pelaku ini, dipastikan narkoba sisa penjualan di malam tahun baru lalu,” ucap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Narkoba, AKBP Siswandi, Rabu (01/08/2020).

Siswandi menegaskan, tidak akan pandang bulu dalam memberantas narkoba khususnya di wilayah hukum Polrestabes Palembang.

“Kita serius melakukan pemberantasan narkoba ini. Sebagai bentuk serius itu, kita akan mulai “bersih-bersih” di internal terlebih dahulu dengan rutin melakukan tes urine kepada semua anggota. Setelah itu, baru memberantas peredaran narkoba di luar, baik bandar, pengedar sampai pemakai akan kita bersihakn semua,” ucapnya dengan tegas dan serius.

Maka dari itu, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan serta mengumpulkan informasi tentang keberadaan gudang tempat penyimpanan narkoba di Kota Palembang.

“Kalau bandar, pengedar, dan pemakai sudah sering kita tangkap. Tapi narkoba ini “seksi”, karena semua kalangan butuh narkoba. Maka dari itu, kita akan mencari tahu gudang narkoba nya,” ungkap Nuryono menambahkan, ketiga pelaku akan dijerat Pasal 112 dan 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman minimal 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. (zon)