OTT Suap KPU Seret Caleg PDI P Dapil Sumsel

HM Giri Ramanda, Ketua DPD PDI P Sumsel. Foto istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – OTT yang dilakukan KPK pada Rabu (08/01/2020), ternyata tidak hanya menangkap Komisioner KPU Wahyu Setiawan saja. Tetapi masih tiga orang lain yang ikut ditangkap, salah satunya diduga calon legislatif PDIP dari dapil Sumsel I atas nama Harun Masiku.

Menanggapi informasi tersebut, Ketua DPD PDI P Sumsel, HM Giri Ramandha membenarkan kalau Harun Masiku adalah caleg DPR RI dari PDI P no urut 6. Namun dia tidak tahu-menahu soal kaitan caleg tersebut dengan OTT yang dilakukan KPK.

“Kalo Harun Masiku memang Caleg DPR RI No Urut 6 dari PDI Perjuangan untuk dapil Sumsel I. Akan tetapi, untuk masalah Penggantian Antar waktu (PAW) dan segala macamnya saya tidak tahu,” ujar Giri saat dihubungi Palpos.ID, Kamis (09/01/2020) malam.

Karena menurut Giri, untuk caleg DPR RI itu bukan wewenangnya  DPD, tetapi sudah ranahnya DPP PDI P. “Karena yang bersangkutan adalah anggota DPR RI, maka itu bukan wewenang kami. Tetapi urusannya DPR RI,” kata Giri, yang memilih menyerahkan masalah ini kepada pihak yang berwenang.

Seperti dilansir dari salah satu media nasional, caleg berinisial HM diduga akan menyuap Wahyu terkait pergantian antar waktu di DPR. Ia diduga akan memberikan uang kepada Wahyu sebesar Rp 400 juta lewat dua orang perantara.

Sumber lain menuturkan caleg ini adalah Harun Masiku. Harun adalah calon anggota legislatif untuk DPR RI dari PDIP. Dia maju dari dapil Sumsel I nomor urut 6. Dapil Sumsel I ini meliputi Kota Palembang, Musi Banyuasin, Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Kota Lubuklinggau.

Harun sendiri tak terpilih menjadi anggota DPR dalam Pileg 2019. Adapun yang ditetapkan oleh KPU adalah Riezky Aprilia, menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Dalam rapat pleno KPU 31 Agustus 2019, PDIP sempat meminta KPU mencoret Riezky dari daftar anggota DPR terpilih. Partai banteng mengajukan nama Harun. Namun permintaan ini ditolak oleh KPU. (opa)