Dalam Sebulan, Polres OKI Amankan 36 Tersangka

Para tersangka yang diamankan jajaran Polres OKI, Jumat (10/01/2020). Foto: muin/Palpos.ID

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Jajaran Polres OKI mengamankan 36 tersangka kasus pencurian dan curanmor yang terjadi diwilayah hukum Polres OKI.

Para pelaku kejahatan itu terlibat dalam 28 kasus kejahatan yang terjadi di 10 kecamatan, dan berhasil diamankan polisi dalam kurun waktu bulan Desember 2019.

“Hal ini merupakan keseriusan dari Polres OKI untuk konsisten dan masif dalam melakukan penegakan hukum diwilayah Kabupaten OKI. Dan kita terus mengintai, melakukan penyelidikan dengan teknik-teknik dan strategi, sehingga kami dapat mengungkap sebanyak 28 kasus 3C yang telah terjadi di Kabupaten OKI,” kata Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syahputra SH SIk MM, didampingi Kasatreskrim AKP Agus P SH SIk beserta jajaran Kapolsek saat menggelar press release di Mapolres OKI, Jumat (10/01/2020).

Adapun dari 28 kasus yang dalam aksinya tidak segan menggunakan kekerasan terhadap korbannya, sehingga manjadi momok menakutkan bagi masyarakat yang telah berhasil diungkap, yakni terdiri dari 6 kasus curas, 7 curanmor, 10 curat, 3 pemerasan dan lainya.

Walaupun dalam mengungkap kasus – kasus ini tim macan komering mendapat perlawanan serius dari tersangka, namun hal tersebut dapat diatasi.

“Salah satu diantaranya tersangka yang merupakan DPO di tahun 2018 pada kasus 365, yang pada saat akan ditangkap melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam. Namun hal tersebut dapat diantisipasi oleh tim macan komering dengan mengambil senjatanya dan memberikan tembakan peringatan. Akhirnya tersangka berhasil kita tangkap untuk diproses lebih lanjut,” bebernya.

Lanjutnya, untuk barang bukti yang diamankan pada kasus tersebut yakni ada 2 mobil, 8 sepeda motor, beberapa kunci T, sajam dan senpira. Lalu kemudian untuk selanjutnya kedepan, dalam upaya menjaga keamanan, pihak kepolisian akan terus memberdayakan para petugas untuk berjaga, melakukan patroli keliling, razia ataupun pemeriksaan, terutama pada wilayah-wilayah yang rawan.

“Termasuk di Jalintim yang saat ini lumayan lebih sepi dari sebelumnya, lantaran pengendara banyak berpindah melintasi jalan tol,” ujarnya. (nur)