Inspektorat Masih Audit Penggunaan Dana Porprov

Toni Syalfriansyah, Kepala Inspektorat Kota Prabumulih. Foto: istimewa/net

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Kepala Inspektorat (Inspektur) Kota Prabumulih, Toni Syalfriansyah SH mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan audit penggunaan anggaran pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke-XII yang diselenggarakan di Kota Prabumulih 16-26 November 2019 yang lalu.

“Jadi kami masih melakukan audit, hasilnya sampai saat ini belum tahu, karena masih pengolahan data,” ujar Toni ketika dibincangi wartawan, Jumat (10/01/2020).

Dikatakannya, audit dilakukan terhadap seluruh yang menyangkut keuangan yang dikeluarkan Dinas Pemuda dan Olahraga Kebudayaan Kota Prabumulih pada saat Porprov.

Masih kata mantan Kadin Perkim ini, pihaknya juga langsung mengaudit KONI Kota Prabumulih. “Biasanya kan ada kaitan dengan KONI, hasil yang terakhir belum tahu. Di KONI juga pastinya soal keuangan,” tuturnya seraya mengatakan yang paling banyak dianggarkan APBD Kota Prabumulih yaitu makan dan minum yang mencapai Rp2 miliar.

Namun sayangnya meskipun mengakui tengah melakukan audit beberapa minggu terakhir, Kepala Inspektorat mengaku tidak mengetahui berapa besaran anggaran yang dikeluarkan DKOP selama Porprov yang lalu.

“Aku tidak tahu, karena disitu ada yang ke KONI, ada yang ke DKOP,” bebernya seraya menuturkan jika timnya mengetahui jumlah anggaran proprov tersebut, namun belum melapor kepadanya.

Lebih lanjut pria penggemar tanaman bonsai ini menegaskan, saat ini pihaknya masih menyusun naskah hasil pemeriksaan (NHP). Nanti setelah NHP selesai disusun, maka tim audit selanjutnya akan meminta tanggapan dari pihak yang diaudit terkait temuan-temuan yang ada.

“Sampai saat ini belum bisa kami beberkan, karena NHP masih belum disusun, nanti akan kami rapatkan. Termasuk apakah ada double anggaran belum tau. Kalau memang ada, akan ketahuan nantinya, karena rincian dana dari APBD dan Provinsi pasti ada judul masing-masing,” ucapnya.

Dikatakannya jika NHP selesai disusun, maka hasil audit akan disampaikan ke kejaksaan. “Karena mereka yang meminta untuk dilakukan audit, makanya kita lakukan audit. Kami memang tak ada target penyelesaian audit, karena memang ada beberapa yang perlu pendalaman dan perlu hati-hati. Misal ada kecurigaan, itu akan dikonfirmasi langsung dan itu membutuhkan waktu,” pungkasnya. (wan)