Jadi Pengedar, Janda Sembunyikan Narkoba di Dalam Bra

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Siswandi memamerkan barang bukti narkoba dan tersangka dalam press rilis, Jumat (01/10). Foto: Mizon bulek

PALEMBANG, PALPOS.ID – Anggota Unit VI Satres Narkoba Polrestabes Palembang, meringkus seorang wanita diduga pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi berinisial AY. Tersangka diamankan tak jauh dari kediamannya di Jalan PSI Lautan, Lorong Gayam, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Kamis (01/09), sekitar pukul 11.30 WIB.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui Kasat Reserse Narkoba, AKBP Siswandi mengatakan, tertangkapnya pelaku AY berkat informasi dari masyarakat bahwa di Tempat Kejadian Perkara (TKP) serign terjadi transaksi narkoba jenis sabu dan ekstasi.

“Dari laporan itulah anggota kita unit VI yang dipimpin Iptu Zulkarnen melakukan penyelidikan terkait informasi yang didapatkan tersebut. Setelah memastikan informasi akurat, maka dilakukan penangkapan terhadap pelaku AY,” jelasnya, Jumat (01/10).

Dari penggeledahan yang dilakukan, kata Kasat Narkoba, anggota menemukan barang bukti dua paket besar sabu seberat 18,87 gram di saku kenan celana dan 70 butir ekstasi warna hijau logo Redbull di dalam bra sebelah kiri tersangka. Selain narkoba, turut diamankan barang bukti lain sepertisatu timbangan digital, satu pipet dan dua kantong klip di dalam dompet AY.

“Pelaku kita jerat dengan pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara selama 20 tahun,” tegasnya.

Sementara itu, AY mengaku terpaksa menjadi pengedar sabu dan ekstasi untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya terpaksa karena tidak ada suami, jadi jual narkoba untuk memenuh biaya hidup saya dan anak. Baru sekitar lima bulan saya jadi pengedar. Satu butir ekstasi saya jual Rp150 ribu, kalau sabu Rp6,5 juta satu paket besar. Untuk barangnya, saya dapat dari E dan M di daerah Boom Baru,” jelasnya dengan mata berkaca. (zon)