Kawanan Begal Sadis Diringkus, Lima Masih Buron

Tersangka diintrogasi anggota Pidum Satreskrim Polresta Palembang, Jumat (01/10). Foto: Mizon bulek

PALEMBANG, PALPOS.ID – Satu dari enam kawanan begal sadis di kawasan Jembatan Ogan Kertapati, diringkus anggota Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang, tak jauh dari rumahnya di Jalan Faqih Usman, Lorong Binjai, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang Kamis (01/09), sekitar pukul 23.40 WIB.

Meski sempat membantah melakukan begal, akhir tersangka RF (17), mengakui perbuatannya setelah diperlihatkan barang bukti keterlibatan dirinya dalam aksi begal yang terjadi pada Agustus 2019 yang lalu.

“Iya Pak. Kami berenam, saya dan satu teman saya yang membacok korban dengan celurit. Kalau yang bawa lari motor korban, teman saya Ed (DPO). Besoknya dia menemui saya dan ngasih uang Rp300 ribu,” jelas RF ditemui di ruang Pidum, Jumat (01/10).

Remaja yang mengaku suporter bola ini mengatakan, waktu itu, Rabu 14 Agustus 2019, sekitar pukul 18.19 WIB, dia bersama lima temannya dengan mengendarai dua sepedar motor mengejar korban Charles yang berboncengan dengan temannya Riky menggunakan sepeda motor Yamaha NMax Nopol BG 4962 ACK.

“Pas di atas Jembatan Ogan Kertapati, motor korban kami salip dan berhenti. Saya langsung membacok tangan korban dan teman saya membacok teman korban di pinggang. Lalu mereka lari meninggalkan motornya,” ujarnya.

Setelah kedua korban lari, kata dia, temannya berinisial Ed (DPO) membawa kabur sepeda motor Yamaha NMax milik korban dan menjualnya.

“Saya tidak tahu motor itu dijual kak Ed dimana, dia Cuma ngasih saya uang Rp300 ribu, dan sudah hanis dibelikan rokok sama jajan,” katanya.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono, didampingi Kanit Pidum, Iptu Ginting, membenarkan penangkapan terhadap seorang kawanan begal tersebut.

“Benar, kita berhasil menangkap satu dari enam kawanan begal yang meresahkan di atas Jembatan Ogan Kertapati,” ungkap AKBP Nuryono.

Dia menegaskan, pihaknya masih memburu lima pelaku lagi yang identitasnya telah dikantongi.

“Untuk kelima pelaku yang masih buron, kita imbau agar sebaiknya menyerahkan diri. Karena kita tidak akan segan-segan menindak tegas (tembak), jika saat ditangkap berusaha lari atau melawan petugas,” tegasnya dengan serius.

“Untuk pelaku RF, akan dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman minimal 7 tahun penjara,” tambah Nuryono.

Selain mengamankan tersangka, anggota Pidum juga menyita beberapa barang bukti berupa satu lembar baju kaos dan celana panjang warna hitam yang digunakan pelaku saat beraksi. (zon)