Didemo, SMPN 18 Ancam Pidanakan SCW

Puluhan warga saat melakukan aksi di halaman Kejati Sumsel, beberapa waktu yang lalu. Foto: istimewa/net

PALEMBANG, PALPOS.ID – Kepala SMPN 18 Palembang Endang Wahyuningsih membantah tuduhan yang disampaikan massa dari Sriwijaya Corruption Watch (SCW) dalam aksinya, Jumat (10/01/2020), terkait dugaan penyalahgunaan Dana BOS.

Untuk itu, Endang menegaskan berencana untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. “Berita tentang demo penyalahgunaan dana bantuan operasional sekolah nasional (Bosna) di SMPN 18 tidaklah benar, tidak sesuai dengan kenyataan,” ujar Endang kepada Palpos.ID, Sabtu (11/01/2020).

Menurut Endang, pihaknya menggunakan dana Bosna, atau bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) sudah sesuai berdasarkan juknis dan juklaknya. “Oleh sebab itu, apabila SCW masih terus berlanjut dengan aksinya, maka kami akan diteruskan masalah ini ke ranah hukum karena sangkaan mereka itu tidak benar,” tegas Endang.

Sedangkan Kepala Bidang SMP Disdik Kota Palembang Drs H Herman Wijaya MSi mengaku, pihaknya tidak pernah menerima surat mengenai demo dilakukan SCW. Sedangkan untuk penggunaan dana BOS, Herman mengatakan, kalau sebelumnya pihak Disdik sudah berkali-kali menyampaikan kepada kepala sekolah SD, maupun SMP mengenai juknis penggunaan dana ini.

Sebab Dana bosna dan bosda harus digunakan sesuai dengan juklak dan juknisnya, yakni untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi peserta anak didik.

“Setiap akhir triwulan penggunaan dana Bosna dan bosda dilaporkan kedinas pendidikan kota Palembang  secara online dan penggunaan dana bos itu secara non tunai.Dana Bosna dan bosda itu juga diperiksa Inspektorat pada akhir tahun dan  diperiksa badan pemeriksa keuangan,” pungkasnya. (uci)