“Jual” Nama Oknum Polisi, Jukir Pungli Diciduk

Agus ketika diserahkan ke SPKT Polrestabes Palembang, Sabtu (01/11). Foto: Mizon

PALEMBANG, PALPOS.ID – Akibat aksinya memaksa minta bayaran parkir melebihi ketentuan yang berlaku dengan alasan harus nyetor ke oknum anggota Polda Sumsel, viral di media sosial (medsos) Instagram. Membuat juru parkir (jukir) liar di kawasan Monpera, Agus Tomi (21), diciduk anggota Polda Sumsel dan diserahkan ke SPKT Polrestabes Palembang, Sabtu (01/11), sekitar pukul 17.50 WIB.

Agus ditangkap langsung oleh oknum anggota Dit Intelkam Polda Sumsel, Aipda A. Sebab dalam video berdurasi 34 detik yang viral tersebut, Agus menjual nama Aipda A saat memaksa seorang pengendara mobil membayar parkir dengan terif mahal. Kejadiannya di area parkiran Monpera, 7 Januari 2020.

“Dalam aksinya, dia menjual nama saya. Dia mematok tarif parkir yang tinggi kepada pengendara, alasannya karena harus nyetor ke anggota Polda Sumsel, yaitu kepada saya. Padahal itu sama sekali tidak benar,” tegas Aipda A, ketika menyerahkan Agus ke Polrestabes Palembang.

Menurutnya, Agus telah mencemarkan nama baik institusi Polda Sumsel demi melancarkan aksi pungli yang dilakukannya.

“Agus ini telah mencemarkan nama baik Polda Sumsel. Karena perkataannya di video yang viral, bahwa harus nyetor uang parkir ke anggota Polda Sumsel, itu tidak benar,” tegasnya lagi.

Sementara, Agus mengaku bahwa saat itu dirinya sedang dalam pengarus miras, sehingga tidak menyadari perbuatannya.

“Iya, yang di video itu saya. Saya ngaku salah. Sebenarnya saya tidak kenal dengan anggota polisi yang saya sebut ketika nagih parkir saat itu, karena saya mabuk,” katanya.

Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri, membenarkan adanya laporan tentang pungli yang mencatut nama institusi kepolisian tersebut.

“Benar, laporannya sudah kita terima. Pelaku sudah diamankan dan diperiksa untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut,” kata Heri. (zon)